Bagikan:

JAKARTA - Otoritas regulator nuklir Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan tidak ada kebocoran material radioaktif setelah serangan pesawat nirawakdekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakahserta tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir (FANR) pada Minggu (17/5) turut menyatakan insiden itu tidak berpengaruh terhadap keselamatan fasilitas maupun sistem penting di pembangkit tersebut.

"Tidak ada pelepasan material radioaktif, tingkat keselamatan radiologis tetap dalam batas normal, dan tidak ada risiko bagi masyarakat maupun lingkungan," menurutotoritas tersebut sekaligusmenambahkantidak ada korban luka yang tercatat dilansir ANTARA dari Anadolu, Senin, 18 Mei.

Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah Kantor Media Abu Dhabi mengatakan pihak berwenang menangani kebakaran pada generator listrik di luar perimeter dalam fasilitas di wilayah Al Dhafra.

Kantor media tersebut menyampaikan kebakaran disebabkan oleh serangandrone, tanpa mengungkap sumber serangan, dengan tidak ada korban luka, dan seluruh langkah pencegahan telah dilakukan.

Ketegangan regional meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Iran kemudian membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk UEA, disertai penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata pun mulai berlaku sejak8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.