JAKARTA - Otoritas Malaysia resmi menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal terbalik di perairan Pulau Pangkor, Perak, yang mengangkut puluhan warga negara Indonesia (WNI) tanpa dokumen. Operasi SAR dinyatakan berakhir pada Sabtu 16 Mei setelah tidak ditemukan lagi korban tambahan.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengatakan total korban yang berhasil ditemukan mencapai 39 orang. Dari jumlah tersebut, 23 orang selamat dan 16 lainnya meninggal dunia.
“Informasi awal yang disampaikan pihak Malaysia berdasarkan wawancara dengan awak kapal yang selamat menyebut jumlah penumpang sebanyak 37 orang, dengan 14 orang dinyatakan hilang. Namun, dalam proses pencarian di lapangan, otoritas SAR Malaysia menemukan tambahan korban mencapai 39 orang,” kata Heni dalam keteranganya, Senin 18 Mei.
Pernyataan serupa juga disampaikan Malaysian Maritime Enforcement Agency atau MMEA Perak. Otoritas maritim Malaysia itu mengakui data awal jumlah penumpang kapal tidak sepenuhnya akurat.
“Informasi awal yang diperoleh pada hari pertama operasi menyatakan jumlah total korban adalah 37. Namun, angka tersebut diyakini tidak akurat,” demikian pernyataan resmi MMEA Perak.
Kapal yang membawa puluhan migran ilegal tersebut dilaporkan tenggelam pada Senin 11 Mei. Operasi pencarian berlangsung hampir sepekan dengan melibatkan Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, Polisi Maritim, serta komunitas nelayan setempat.
Adapun 23 WNI yang berhasil selamat diketahui berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, yakni Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.
BACA JUGA:
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur terus melakukan pendampingan terhadap para korban dan keluarga korban. KBRI juga berkoordinasi dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah serta fasilitasi kekonsuleran bagi para WNI terdampak.
Kementerian Luar Negeri turut menyampaikan apresiasi kepada tim SAR dan Polisi Maritim Malaysia atas upaya pencarian dan penyelamatan selama operasi berlangsung.