JAKARTA – Pengamat kebijakan publik, M Gumarang, mengakui bila program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah positif pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia jangka panjang.
Sayangnya, pelaksanaan program tersebut masih dilakukan secara tergesa-gesa tanpa kajian yang matang dari berbagai aspek.
“Program MBG itu bagus, namun pelaksanaan seperti terlalu dipaksakan,” ungkapnya, Minggu 17 Mei.
Dia mengatakan, program MBG sejatinya merupakan investasi modal manusia atau human capital investment yang manfaatnya tidak bisa dirasakan dalam waktu singkat.
Karena itu, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi baru akan terlihat dalam jangka panjang setelah kualitas generasi muda meningkat.
Persoalannya, lanjut Gumarang, adalah anggaran MBG yang mencapai Rp335 triliun pada 2026 menjadi beban besar bagi APBN jika tidak diiringi perencanaan yang tepat.
Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih dahulu melakukan pemetaan menyeluruh terkait kondisi fiskal, geografis, sosial ekonomi, hingga budaya masyarakat sebelum program diterapkan secara luas.
“Program MBG merupakan investasi pembangunan kualitas generasi jangka panjang, sehingga tidak bisa diharapkan langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” tukasnya.
Gumarang turut menyoroti besarnya potensi penyimpangan anggaran dalam program tersebut.
Pasalnya, lemahnya pengawasan serta persoalan disiplin dan integritas aparatur menjadi risiko serius dalam pelaksanaan program dengan nilai anggaran besar.
Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah menjalankan program MBG secara bertahap sesuai kemampuan fiskal negara.
Selain itu, pelaksanaan program juga dinilai harus mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, terutama daerah terpencil dan tertinggal yang membutuhkan prioritas intervensi gizi.
“Pelaksanaan MBG harus bertahap dan disesuaikan dengan kondisi fiskal, geografis, sosial ekonomi, serta budaya masyarakat agar lebih efektif dan tidak menjadi pemborosan anggaran,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengakui program MBG masih banyak permasalahan.
Karena itu, dia akan menertibkan setiap permasalahan program unggulannya yang menyentuh langsung ke masyarakat.
“Banyak masalah, iya. Banyak tantangan, benar. MBG banyak masalah, kita harus tertibkan,” kata presiden saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu kemarin 16 Mei 2026.
BACA JUGA:
Prabowo menjelaskan, berbagai tantangan dalam program MBG harus dihadapi secara terbuka, termasuk persoalan integritas sejumlah oknum yang terlibat dalam pengelolaan program.
Dia menegaskan dirinya tidak segan-segan menindak siapa pun bila perlu dicopot dari jabatan.