JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong pembanguan kota berdaya saing global berbasis riset.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wamendiktisaintek bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, dan perwakilan Kearney Indonesia untuk membahas penguatan Jakarta sebagai pusat pendidikan internasional atau "International Education Hub" beberapa waktu lalu.
Wamen Stella dalam keterangan di Jakarta, Sabtu menyebutkan Jakarta memiliki keunggulan strategis untuk pengembangan universitas internasional terutama dari sisi infrastruktur dan kebutuhan pasar.
"Saya sudah banyak melakukanmarket analysisuntuk universitas berstandar internasional, memang yang masih paling bagus itu di Jakarta," katanya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie (kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) dalam audiensi di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Dok. Kemdiktisaintek)
Stella menilai pengembangan institusi pendidikan internasional perlu didukung konektivitas, aksesibilitas, dan kesiapan ekosistem perkotaan yang mampu menunjang mobilitas mahasiswa, akademisi, hingga kolaborasi riset global.
Ia menambahkan, pentingnya integrasi pendidikan tinggi dengan sektor riset dan layanan kesehatan, dimana penguatan riset medis harus dilakukan sebagai fondasi pengembangan layanan kesehatan berstandar internasional.
"Kalau kita melihat rumah sakit internasional yang bagus dimana pun berada selalu ada riset di belakangnya. Jadi adathe center of research, ini yang memang kita tingkatkan," ujarnya.
BACA JUGA:
Sementara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikanpihaknya siap mendukung pengembangan kampus internasional melalui penyediaan fasilitas, kemudahan kerja sama, hingga pemanfaatan aset milik pemerintah daerah.
Ia menjelaskan sejumlah kawasan strategis dapat menjadi alternatif pengembangan pusat pendidikan internasional, termasuk wilayah yang tengah dipersiapkan sebagai kawasan dengan konektivitas transportasi yang lebih terintegrasi
"Kita bantu dengan kemudahan fasilitas yang bisa diberikan Pemerintah DKI Jakarta atau melalui kerjasama dalam infrastruktur ataupun lahan yang dimiliki oleh DKI Jakarta," ucap Gubernur Pramono.