Bagikan:

JAKARTA - Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran lebih dari 400 tawanan perang dengan mediasi Uni Emirat Arab (UEA), menjadikan total jumlah tawanan yang dipertukarkan kedua negara yang tengah dilanda perang tersebut tembus 7.000 orang.

Kedua negara masing-masing setuju untuk membebaskan 205 tawanan pada 15 Mei, sebagai bagian dari upaya diplomatik berkelanjutan UEA untuk menyelesaikan konflik yang terus berlanjut.

Total sebanyak 7.101 tawanan telah dipertukarkan oleh kedua negara dalam 23 putaran pembicaraan yang dimediasi oleh UEA sejak perang dimulai lebih dari empat tahun lalu, dikutip dari The National(15/5).

Kementerian Luar Negeri UEA menyampaikan apresiasinya kepada Ukraina dan Rusia atas kerja sama mereka selama upaya mediasi. Kementerian menambahkan, keberhasilan negosiasi tersebut menyoroti hubungan yang kuat yang dimilikinya dengan kedua negara.

Kementerian juga menetapkan komitmen UEA untuk mengamankan solusi damai bagi perang dan membatasi dampak kemanusiaan dari krisis tersebut.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut kembalinya para tawanan dalam sebuah pesan di X. Ia mengatakan bahwa ini menandai tahap pertama dari kesepakatan yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pekan lalu agar kedua negara membebaskan 1.000 tawanan.

"Hari ini, para prajurit Angkatan Bersenjata Ukraina, Garda Nasional, dan Dinas Penjaga Perbatasan Negara kembali dari penahanan Rusia," kata Presiden Zelensky.

tawanan perang ukraina
Dok. pemulangan tawanan perang Ukraina .(Twitter/@ZelenskyyUa)

"Ini adalah tahap pertama dari pertukaran 1.000 banding 1.000. Di antara mereka yang dibebaskan adalah prajurit, sersan, dan perwira." lanjutnya.

"Saya berterima kasih kepada semua mitra yang membantu membebaskan warga Ukraina dari penahanan. Kami akan terus berjuang untuk setiap orang yang masih berada dalam penahanan," tandasnya.

Terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan, Moskow telah memulangkan 205 anggota militer Rusia dari wilayah yang dikuasai Kyiv, dan menyerahkan 205 tawanan perang Ukraina kepada Kyiv.

"Sebanyak 205 anggota militer Rusia dipulangkan dari wilayah yang dikuasai rezim Kyiv pada 15 Mei. Sebagai gantinya, 205 tawanan perang Ukraina diserahkan. Para anggota militer Rusia saat ini berada di Belarus, menerima bantuan medis dan psikologis yang diperlukan," bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari TASS.

Sebelumnya, Asisten Presiden Rusia Yury Ushakov mengatakan Moskow telah menyetujui inisiatif Presiden AS Donald Trump untuk gencatan senjata dengan Ukraina pada 9-11 Mei dan pertukaran tawanan perang 1.000 banding 1.000.

Ushakov mencatat pada 9 Mei, badan-badan terkait Rusia dan Ukraina secara aktif mengerjakan daftar tawanan perang dan bahwa pertukaran akan terjadi jika kesepakatan tercapai.

Kementerian Pertahanan Rusia mencatat Uni Emirat Arab memberikan mediasi kemanusiaan untuk pemulangan anggota militer Rusia dari penahanan Ukraina.

Perang Rusia-Ukraina seiring dengan agresi pasukan Moskow ke wilayah Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Diketahui, UEA telah memainkan peran penting dalam upaya global untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Eropa.

Pada Bulan Januari, Abu Dhabi menjadi tuan rumah pembicaraan yang dimediasi AS antara Rusia dan Ukraina yang bertujuan untuk memajukan upaya perdamaian.