JAKARTA - Aktris Hannah Einbinder mengatakan biaya untuk tidak bersuara tentang Palestina lebih besar daripada kehilangan kariernya di Hollywood.
Bintang pemenang Emmy 2025 lewat HBO series "Hacks" ini mengatakan dia tidak akan gentar untuk membela isu-isu yang dia pedulikan, saat berbicara dalam "Kering Women In Motion" di sela-sela rangkaian 79th Cannes Film Festival di Carlton Hotel, Kamis (14/5). Adapun Festival Film Cannes tahun ini digelar pada 12-23 Mei 2026.
"Saya mengikuti jejak warga Palestina yang telah menetapkan standar, yang selalu harus menjadi pembela mereka sendiri," kata Einbinder, dikutip dari The Guardian (15/5).
"Saya sangat senang bergabung dengan tradisi warga Palestina dan sekutu Yahudi yang berkomitmen untuk bersuara di saat banyak orang menghindarinya. Saya mengikuti jejak mereka," tandasnya.
Ketika ditanya tentang kekhawatiran akan di-blacklist seperti sesama aktor Susan Sarandon dan Melissa Barrera, yang keduanya mengatakan mereka kehilangan pekerjaan karena berbicara tentang Palestina, Einbinder berkata: "Saya pikir apa yang mereka ketahui adalah apa yang saya ketahui, yaitu bahwa biaya untuk tidak berbicara lebih tinggi."
"Ada kerugian yang lebih besar jika tidak berbicara dan Anda harus memprioritaskan hal yang benar. Saya tidak beranggapan bahwa karier kecil saya dapat dibandingkan dengan satu nyawa manusia sekalipun. Ini adalah kewajiban dan saya akan selalu melakukannya," urainya.
Einbinder kemudian mendukung aktor-aktor pro-Palestina lainnya. "Saya ingin sekali bekerja dengan Melissa dan Susan dan Mark Ruffalo dan Javier Bardem. Semuanya," katanya, sebelum bercanda: "Film perjalanan darat! Sekelompok orang gila ini semuanya berada di dalam mobil, musim panas ini!"
Dikutip dari Daily Sabah dan Anadolu, Einbinder, yang beragama Yahudi, memenangkan Primetime Emmy Awards pada September 2025 untuk peran pendukungnya dalam serial televisi "Hacks". Dalam pidato penerimaannya, ia menyerukan "kemerdekaan Palestina."
BACA JUGA:
Dalam sebuah wawancara podcast baru-baru ini, ia mencatat bagaimana "orang-orang di Hollywood, sayangnya, membutuhkan isu-isu ini untuk memengaruhi orang kulit putih agar mereka melihatnya sebagai sesuatu yang berkaitan dengan mereka."