JAKARTA - Amerika Serikat dan China sepakat tidak membiarkan negara atau organisasi mana pun memungut biaya transit kapal di Selat Hormuz. Jalur ini penting karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dari Timur Tengah.
Dikutip dari Kyodo News, Rabu, 13 Mei, kesepakatan itu dibahas Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam percakapan telepon pada 30 April.
“Tidak ada negara atau organisasi yang boleh diizinkan mengenakan biaya transit untuk melewati jalur perairan internasional seperti Selat Hormuz,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott, menjelaskan kesepakatan Rubio dan Wang.
Selat Hormuz menjadi perhatian besar karena Iran disebut sebagian besar memblokir jalur pelayaran utama tersebut. Kondisi ini membuat perang AS-Israel melawan Iran diperkirakan menjadi salah satu topik penting dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini.
Trump diperkirakan akan meminta Xi membujuk Iran mencapai kesepakatan dengan Washington. China memiliki posisi penting karena menjadi pembeli terbesar minyak mentah Iran dan memberi napas ekonomi bagi Teheran.
BACA JUGA:
Tekanan pada Trump juga datang dari dalam negeri. Harga bensin di AS masih tinggi, sementara pembicaraan untuk membuka kembali Selat Hormuz belum menunjukkan kemajuan berarti.
Rubio dan Wang juga sepakat Washington dan Beijing perlu membangun hubungan konstruktif yang stabil secara strategis, dengan prinsip saling menghormati dan timbal balik.
Rubio ikut mendampingi Trump ke Beijing bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Trump dijadwalkan bertemu Xi pada Kamis dan Jumat.