JAKARTA – Debat perdana calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjadi ajang adu gagasan dan kapasitas kepemimpinan para kandidat di hadapan kader serta pelaku usaha muda. Dalam forum tersebut, calon ketua umum Anthony Leong dinilai tampil menonjol melalui kemampuan komunikasi, argumentasi, dan kedekatannya dengan audiens.
Penilaian itu disampaikan akademisi Universitas Indonesia sekaligus mahasiswa Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada, William, yang menilai penampilan Anthony Leong dalam debat dapat dilihat melalui pendekatan retorika klasik Aristoteles, yakni ethos, logos, dan pathos.
“Dalam debat tadi, Anthony Leong menunjukkan kombinasi yang lengkap sebagai seorang pemimpin organisasi pengusaha muda. Dari sisi ethos, Anthony memiliki rekam jejak nyata sebagai pengusaha yang berangkat dari daerah dan organisator yang mumpuni,” ujar William dalam keteranganya, Sabtu 9 Mei.
Menurutnya, kredibilitas Anthony juga terlihat dari kemampuannya membangun jejaring nasional serta konsistensinya dalam mendorong transformasi kewirausahaan berbasis teknologi dan ekonomi digital.
William menilai kapasitas Anthony dalam isu ekonomi digital bahkan diakui oleh kandidat lain dalam forum debat tersebut.
“Dalam debat ini, terlihat jelas bagaimana calon ketua umum lain memberikan penegasan akan kapasitas dan pengalaman Anthony dalam mengusung visi ekonomi digital di dunia usaha, sesuatu yang menjadi tantangan zaman bagi pengusaha di Indonesia. Forum yang seharusnya menjadi debat malah menjadi ajang pengakuan bagi kapasitas seorang Anthony Leong,” katanya.
Dari sisi logos atau kekuatan argumentasi, Anthony disebut mampu menyampaikan gagasan secara sistematis, berbasis data, dan relevan dengan tantangan ekonomi saat ini, terutama terkait digitalisasi UMKM, penguatan talenta muda, serta perluasan akses pembiayaan bagi pengusaha daerah.
“Anthony tidak hanya menyampaikan slogan, tetapi juga menjelaskan arah kebijakan dan solusi secara terstruktur. Itu penting dalam kepemimpinan organisasi modern. Para pengusaha di daerah juga sangat relate dengan Anthony yang berangkat dari seorang pengusaha di daerah,” ujar William.
BACA JUGA:
Sementara dari aspek pathos, Anthony dinilai mampu membangun koneksi emosional dengan peserta melalui narasi perjuangan, semangat kolaborasi, dan optimisme terhadap masa depan pengusaha muda Indonesia.
“Seorang pemimpin bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan menginspirasi. Dalam debat ini, Anthony Leong terlihat mampu menghubungkan gagasan besar dengan harapan kader-kader muda HIPMI,” jelasnya.
Debat perdana tersebut menjadi momentum penting menjelang pemilihan Ketua Umum HIPMI sekaligus ruang pertukaran gagasan mengenai arah organisasi di tengah tantangan ekonomi nasional dan percepatan transformasi digital.