Bagikan:

JAKARTA - Para pemimpin ASEAN menyepakati penguatan kerja sama maritim untuk mewujudkan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran kawasan dengan tetap mematuhi hukum internasional.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Deklarasi Bersama Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Maritim yang diteken pada KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5).

"Kami sepakat memperkuat kerja sama maritim di bidang penegakan hukum, pertahanan, keamanan dan keselamatan navigasi, serta konektivitas transportasi laut," demikian petikan deklarasi bersama itu, yang disiarkan di situs resmi ASEAN 2026 sebagaimana dilansir ANTARA, Sabtu, 9 Mei.

Para pemimpin ASEAN juga sepakat memperluas kerja sama pada operasi pencarian dan penyelamatan, perlindungan lingkungan laut, penanganan polusi maritim, dan infrastruktur bawah laut.

Selain itu, kerja sama juga mencakup ekonomi biru, ilmu kelautan, riset kemaritiman, dan sektor terkait lainnya.

Deklarasi tersebut turut menyepakati optimalisasi Forum Penjaga Pantai ASEAN (ACF) sebagai platform kerja sama penegakan hukum maritim.

Langkah itu dilakukan melalui penguatan kapasitas hingga peningkatan koordinasi dengan lembaga terkait di kawasan ASEAN.

ASEAN juga berkomitmen mengintensifkan kerja sama maritim melalui berbagai mekanisme kawasan, seperti ACF, Forum Regional ASEAN (ARF), KTT Asia Timur (EAS), dan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM-Plus).

Para pemimpin ASEAN menegaskan kerja sama maritim kawasan akan dilaksanakan dengan memerhatikan Piagam PBB, Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, serta hukum dan norma internasional lainnya.

Negara-negara anggota ASEAN juga sepakat mendorong pemahaman lebih lanjut terkait isu maritim melalui pendirian Pusat Maritim ASEAN di Filipina.

Pusat tersebut diharapkan mendukung kerja sama lintas sektor dan lintas pilar ASEAN di bidang kemaritiman.

Terkait Pedoman Tata Perilaku (Code of Conduct/CoC) di Laut China Selatan, ASEAN sepakat melanjutkan negosiasi sesuai hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.

Para pemimpin ASEAN juga mendukung penguatan kerja sama maritim dengan mitra eksternal dengan tetap mengutamakan Sentralitas ASEAN, termasuk melalui implementasi Pandangan ASEAN terhadap Indo-Pasifik (AOIP).

Dalam kesempatan yang sama, para pemimpin Asia Tenggara turut mengadopsi pernyataan bersama mengenai respons ASEAN terhadap krisis Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas energi dan ekonomi kawasan.

KTT ke-48 ASEAN yang digelar di bawah Keketuaan Filipina mengusung tema "Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama" dan secara resmi dibuka Presiden Filipina Ferdinand MarcosJr. pada Jumat.