SURABAYA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi mengarahkan riset dan inovasi sesuai kebutuhan daerah.
“Yang penting menjadi catatan, hasil-hasil riset dan inovasi itu perlu disesuaikan dengan kebutuhan di daerah masing-masing, sehingga apa yang diteliti dan dikembangkan kampus nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat,” ujar MendiktisaintekBrianYuliartosaat menghadiri agenda “Bincang Pagi” di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 9 Mei dilansir ANTARA.
Mendiktisaintek membahas sejumlah isu strategis pendidikan tinggi, mulai dari pemerataan pendidikan, penguatan riset, hingga pengembangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Menurut dia,tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia masih berkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. Sementara terkait riset, ia menegaskan anggaran riset nasional tidak mengalami penurunan.
“Dana riset sebenarnya tidak turun. Yang daftar naik tiga sampai empat kali lipat dan ada honor 25 persen. Jadi jumlahnya tidak turun, justru bertambah. Namun persaingannya menjadi lebih ketat,” ujar MendiktisaintekBrian.
Ia juga menyinggung kebijakan penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dibatasi hingga maksimal 30 Juli, sehingga PTS memiliki kesempatan membuka pendaftaran lebih panjang hingga September atau awal Oktober.
Selain itu MendiktisaintekBrian menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan kampus.
BACA JUGA:
Usai agenda bincang pagiRektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Prof Mundakir bersama jajaran pimpinan kampus mengajak MendiktisaintekBrian berkeliling melihat berbagai inovasi hasil karya dosen dan mahasiswa yang berada di bawah naungan Center for Impactful Innovation (CII).
Puluhan produk inovasi yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dipamerkan, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknik, hingga teknologi tepat guna lainnya.
Rektor Umsura Prof Mundakir menyambut baik kebijakan pemerintah terkait penguatan PTS melalui penguatan kurikulum, transformasi digital, serta dukungan terhadap riset dan inovasi.
“Saya kira ini bagian dari perwujudan Kampus Berdampak. Kami mendukung program tersebut dengan mengarahkan riset-riset kampus pada kebermanfaatan di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia mencontohkan kerja sama Umsura dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pemanfaatan panel surya untuk rumah pompa air sebagai bentuk kontribusi kampus kepada masyarakat.
Selain ituUmsura terus mengembangkan program studi baru yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.
“Kami kemarin mendapat tiga sampai empat rumah pompa untuk tahap awal. Setelah sistem ini berjalan optimal, kami akan kembali mengajukan proposal pengembangan lebih lanjut,” katanya.