JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Nias Selatan meminta dukungan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat pelestarian sejumlah situs cagar budaya. Salah satu fokusnya adalah Desa Adat Bawomataluo, yang sejak 2009 masuk daftar sementara Warisan Dunia UNESCO.
Permintaan itu disampaikan Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache saat bertemu Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 5 Mei.
Yusuf mengatakan Bawomataluo membutuhkan pemeliharaan intensif dan pemugaran berkala. Kawasan cagar budaya nasional itu memiliki rumah adat berbahan kayu, termasuk omo nifolasara atau rumah adat besar.
Ia juga meminta pendampingan teknis untuk penyusunan dokumen nominasi atau dossier agar Bawomataluo bisa naik dari daftar sementara menjadi Warisan Dunia UNESCO.
“Kami berharap akan ada kolaborasi yang lebih konkret dengan Kementerian Kebudayaan, baik dalam pemugaran, pendampingan menuju pengakuan UNESCO, maupun penguatan edukasi dan regenerasi budaya di Nias Selatan,” kata Yusuf.
BACA JUGA:
Selain Bawomataluo, Yusuf memaparkan kebutuhan penanganan di Situs Cagar Budaya Hilisimaetano. Kawasan itu memiliki sekitar 50 rumah adat dan memerlukan pemugaran di sejumlah titik serta penetapan zonasi untuk menjaga keaslian kawasan.
Pemkab Nias Selatan juga meminta perhatian untuk Situs Megalitikum Tundrumbaho. Situs cagar budaya tingkat kabupaten itu dinilai perlu penguatan struktur agar tetap terjaga.
Fadli Zon menyatakan Kementerian Kebudayaan terbuka memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah. Dukungan dapat diberikan melalui skema yang tersedia, termasuk Dana IndonesiaRaya yang bisa diakses komunitas budaya di daerah.
“Kementerian Kebudayaan mendukung berbagai upaya pelestarian warisan budaya daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait,” kata Fadli.
Bawomataluo dikenal sebagai desa adat Nias dengan rumah tradisional dan tradisi lompat batu. Hilisimaetano masih mempertahankan tata ruang tradisional, sedangkan Tundrumbaho menyimpan peninggalan megalitikum masyarakat Nias.