JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 2 Mei. Agenda tersebut secara khusus membahas perlindungan tenaga kerja serta optimalisasi peran perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet yang dikutip di Jakarta, Minggu 3 Mei, menyampaikan rapat berlangsung dari sore hingga malam hari dan membahas sejumlah isu strategis.
Pertemuan ini diarahkan untuk merumuskan kebijakan yang mampu melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dalam pembahasan sektor ketenagakerjaan, Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap aspirasi serikat pekerja dari berbagai daerah. Aspirasi tersebut menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah yang berpihak pada buruh.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang sebelumnya telah menyampaikan sejumlah kebijakan pro-pekerja saat peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 di Monumen Nasional, Jakarta.
Selain isu buruh, ratas juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Pemerintah mendorong kampus untuk lebih aktif terlibat dalam pengembangan wilayah sesuai dengan potensi masing-masing.
Secara khusus, fakultas teknik di perguruan tinggi daerah diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan infrastruktur dan penguatan kapasitas daerah.
Rapat terbatas tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Hadir pula para kepala staf TNI, yakni Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M Herindra.
Selain itu, rapat diikuti Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
BACA JUGA:
Sejumlah pejabat lain yang turut hadir, antara lain Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa.
Rapat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap tantangan nasional, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan dan pendidikan tinggi.