JAKARTA — Hasan Nasbi kembali masuk ke lingkar komunikasi Istana. Seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto, ia mendapat tugas sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang komunikasi dan media.
Hasan menegaskan jabatannya bukan utusan khusus, melainkan penasihat khusus. Ia dilantik bersama lima pejabat lain di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 27 April.
“Utusan khusus apa enggak? Saya bilang mungkin khusus-khusus, tapi bukan utusan. Jadi penasihat khusus,” kata Hasan.
Ia mengatakan akan bekerja dekat dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Menteri Komunikasi dan Digital, serta wakil menteri terkait.
Tugasnya, kata Hasan, membantu memperkuat komunikasi pemerintah agar pesan Presiden dan program pemerintah lebih mudah sampai ke publik.
“Supaya pesan-pesan yang ingin ke publik itu bisa lebih baik lagi, bisa jauh lebih sampai dan bisa dipahami oleh masyarakat,” ujarnya.
Hasan juga menyebut pemerintah perlu meluruskan berita, pemahaman, atau informasi yang tidak benar. Namun ia menempatkan tugas itu dalam kerja bersama, terutama dengan Badan Komunikasi Pemerintah dan Kementerian Komunikasi dan Digital.
BACA JUGA:
Menurut Hasan, perannya lebih banyak membantu dari sisi strategi dan substansi komunikasi.
Saat ditanya apakah akan menjadi juru bicara, Hasan menyebut posisi itu berada pada Menteri Sekretaris Negara dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
“Yang jadi jubir kan ada Pak Mensesneg, ada Kepala Badan Komunikasi. Itu yang setahu saya jadi jubir,” katanya.
Meski begitu, Hasan menyatakan siap tampil ke publik bila diperintahkan Presiden.
“Kalau diperintahkan Presiden untuk maju lagi, kita siap,” ujar Hasan.