JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan implementasi sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) banjir yang baru diresmikan di Kota Banda Aceh dirancang untuk memperkuat rantai koordinasi penanganan darurat hingga ke tingkat RT dan RW.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB ,Abdul Muhari menjelaskan bahwa integrasi data antara sensor lapangan dengan dashboard monitoring memungkinkan aparat di tingkat kelurahan dan desa menerima informasi lebih cepat untuk melakukan evakuasi.
"Implementasi EWS ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar-instansi, mulai dari pemerintah daerah dan BPBD hingga aparat wilayah di tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan sampai tingkat RT/RW setempat," kata dia di Jakarta, Senin, disitat Antara.
Sistem itu didukung oleh lima unit sensor pemantauan banjir yang ditempatkan di titik strategis, seperti Taman Putroe Phang, Keutapang, Indrapuri dan kawasan KM 0.
Data dari titik-titik tersebut akan terhubung langsung ke dashboard di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika Kota Banda Aceh.
Dengan adanya alur informasi yang terintegrasi, para ketua RT dan RW dapat segera mengarahkan warga untuk mengungsi segera setelah petugas memberikan instruksi berdasarkan identifikasi otomatis dari sensor tinggi muka air dan kamera pengawas (CCTV).
"Dukungan data yang akurat dan terintegrasi ini membuat proses pengambilan keputusan dalam situasi darurat di tingkat akar rumput dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran," ujarnya.
BACA JUGA:
Abdul menambahkan bahwa penempatan sirine peringatan dini di Kantor Camat Baiturrahman juga bertujuan untuk memberikan jangkauan suara peringatan yang lebih luas kepada pemukiman penduduk di sekitar wilayah terdampak.
Teknologi yang rampung dipasang pada akhir 2025 ini merupakan bagian dari upaya BNPB untuk memastikan komando penanganan bencana tidak terputus dari level manajerial pusat hingga petugas lapangan.
"Kecepatan penyampaian informasi peringatan dini kepada masyarakat sangat bergantung pada kesiapan aparat wilayah dalam merespons data yang dihasilkan sistem ini," kata Abdul.