JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat sebanyak 1.229 warga yang tersebar di beberapa kelurahan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur mengungsi akibat banjir.
"Ada 11 lokasi pengungsian yang tersebar di empat kelurahan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD Jakarta Mohamad Yohan, Selasa 4 Maret.
Terdapat empat kelurahan yang warganya mengungsi akibat banjir luapan Kali Ciliwung, yaitu Kelurahan Kampung Melayu berjumlah 221 jiwa dengan perincian 30 jiwa mengungsi di SDN Kampung Melayu 01/02 dan 181 jiwa di Masjid Jami Miftahul Huda.
Selanjutnya di Kelurahan Bidaracina, para pengungsi tersebar di RPTRA RT 10/11 sebanyak 17 jiwa, Aula Kelurahan Bidaracina sebanyak 21 jiwa, Masjid Abrol RT 12/RW 11 sebanyak 26 jiwa, SKKT RT 6,13 /RW 11 berjumlah 20 jiwa, dan Majlis Ta'lim Masjid Abrol RT 10/RW 11 terdapat 24 jiwa.
Untuk Kelurahan Cawang berada di Mushala Al Ishlah sebanyak 30 jiwa dan ruko-ruko pinggir jalan terdapat 130 jiwa.
"Untuk Kelurahan Pejaten Timur lokasi pengungsian berada di SDN 22 sebanyak 450 jiwa dan SMPN 46 sebanyak 300 jiwa," katanya.
Yohan menambahkan, BPBD Jakarta juga menyediakan bantuan berupa makanan siap saji 1.000 boks, paket kidsware sebanyak 260, air mineral 20 dus, selimut 20 lembar dan family kit 160 paket.
Data terakhir menunjukkan saat ini tinggal 25 rukun tetangga (RT) yang masih terdampak banjir akibat meluapnya Kali Ciliwung dengan perincian 11 RT berada di Jakarta Selatan dan 14 RT di Jakarta Timur.
Sementara itu data BNPB menyebutkan sebanyak 224 rumah di Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan terendam banjir dengan ketinggian muka air 50 sentimeter sampai 1,5 meter.
BACA JUGA:
Korban terdampak banjir sebanyak 485 keluarga atau 1.446 orang.
BNPB memastikan kecukupan jumlah bantuan logistik barang kebutuhan dasar bagi ribuan korban banjir di Jakarta.
"Apabila kurang bisa minta kembali, kami siap untuk membantunya," kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Lukmansyah terkait banjir Jakarta.