Bagikan:

YOGYAKARTA - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, terus berkembang. Satreskrim Polresta Yogyakarta mencatat sedikitnya 53 anak menjadi korban penganiayaan dan penelantaran, dengan kondisi luka fisik yang memprihatinkan.

Puluhan anak tersebut dilaporkan mengalami luka lebam, luka cakar, hingga pendarahan di sejumlah bagian tubuh. Mirisnya, mayoritas korban masih berusia di bawah 2 tahun.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian menyatakan jumlah korban masih berpotensi bertambah. Hal ini mengingat total anak yang pernah dititipkan di daycare tersebut mencapai 103 anak dalam periode berbeda.

"Kalau jumlah semua, kita lihat itu 103 anak. Namun, kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya itu sekitar 53 anak, berdasarkan data ya," kata Kompol Riski Adrian, Sabtu 25 April.

Polisi juga mengimbau para orang tua yang pernah menitipkan anaknya di Daycare Little Aresha untuk segera memeriksakan kondisi anak ke rumah sakit. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada luka fisik, tetapi juga kondisi psikologis anak.

"Saya juga lihat di akunnya UPT PPA, mereka juga membuka konsultasi. Apabila anak yang mungkin secara fisik dia tidak luka, tetapi secara kejiwaan dia terganggu, UPT PPA siap melakukan pendampingan psikologi," ungkapnya.

Sejumlah orang tua mengaku telah merasakan kejanggalan sejak lama. Anak-anak mereka menunjukkan perubahan perilaku, seperti ketakutan, menangis saat akan diantar ke daycare, hingga mengalami gangguan kesehatan dengan gejala serupa.

"Sudah ada tanda-tanda matanya, seperti darah pecah. Kami merasa penyakitnya hampir seragam pneumonia yang dialami anak-anak. Kalau saya pribadi melihat anak saya beberapa kali menangis kalau mau diantar ke daycare," ujar Sahuri, salah satu orang tua korban.

Kasus ini terungkap setelah aparat Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan di lokasi pada Jumat (24/4/2026) siang. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sekitar 30 orang, termasuk pengasuh, petugas keamanan, pemilik, hingga pihak yayasan.

Saat penggerebekan, polisi menemukan kondisi yang memprihatinkan. Anak-anak ditempatkan dalam ruangan sempit berukuran sekitar 3x3 meter dengan jumlah hingga 20 anak per kamar. Mereka juga ditemukan tanpa pakaian, hanya mengenakan popok, serta diikat pada bagian tangan dan kaki untuk membatasi pergerakan.

Kasus dugaan kekerasan anak di daycare Yogyakarta ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Polisi menegaskan akan terus mendalami kasus ini, termasuk membuka kemungkinan adanya korban tambahan serta menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab.