Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Minggu mengungkapkan, dirinya memiliki "komunikasi yang baik" dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam upayanya untuk menyelesaikan perang Ukraina.

"Kami sedang mengupayakan situasi Rusia, Rusia dan Ukraina, dan mudah-mudahan kami akan berhasil," kata Presiden Trump dalam wawancara di acara "The Sunday Briefing" Fox News, seperti melansir Al Arabiya dari Reuters (27/4).

Lebih lanjut Presiden Trump mengatakan, Ia tidak ingin mengungkapkan kapan terakhir kali berbicara dengan Presiden Putin.

"Saya memang berbicara dengannya, dan saya memang berbicara dengan Presiden Zelensky, dan percakapan yang baik," katanya, tanpa menyebutkan kapan panggilan dengan kedua pemimpin tersebut dilakukan.

"Kebencian antara Presiden Putin dan Presiden Zelensky itu menggelikan. Itu gila. Dan kebencian adalah hal yang buruk. Kebencian adalah hal yang buruk ketika Anda mencoba menyelesaikan sesuatu, tetapi itu akan terjadi," urainya.

Diketahui, Presiden Trump telah berjanji untuk mengakhiri perang yang dimulai dengan invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, tetapi lebih dari setahun setelah masa jabatan keduanya, konflik tersebut masih berlanjut.

Pekan lalu, Presiden mengakui perang di Iran telah mengalihkan perhatian dari agresi Rusia terhadap negaranya, mengatakan menganggap upaya untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina tidak bisa dilanjutkan hingga konflik di Iran berakhir merupakan "risiko besar."

Berbicara kepada Christiane Amanpour dari CNN dari Kantor Kepresidenan di Kyiv, Presiden Zelensky mengatakan pada Hari Rabu, meskipun pembicaraan teknis dengan Amerika Serikat masih berlangsung, Ia tidak "melihat peluang untuk bertemu sampai masalah, konflik Iran ini selesai."

Presiden Zelensky menyoroti hal itu merupakan "tantangan" karena tim negosiator AS yang sama – dipimpin oleh utusan AS Steve Witkoff dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner – memimpin baik pembicaraan mengenai perang di Iran maupun di Ukraina.

Dikatakannya, meskipun Ia memahami AS saat ini fokus pada perang melawan Iran, penting untuk tidak melupakan Ukraina di mana pertempuran masih berlanjut.

Pemimpin Ukraina itu mengatakan, tidak mungkin mengatakan "kita akan membicarakan (Ukraina) nanti. Ukraina bukanlah ‘nanti.’ Ukraina sudah berada dalam tragedi yang begitu besar, kita harus menemukan cara untuk mengelola ini secara paralel."

Presiden Zelensky juga mengatakan, perang tersebut telah menyebabkan terhambatnya pasokan sejumlah senjata penting bagi Ukraina – terutama rudal anti-balistik, yang menurutnya tidak cukup diperoleh Ukraina karena keterbatasan kapasitas produksi di AS.