Bagikan:

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh (Ninik), menyoroti tingginya angka kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ia meminta pemerintah menggencarkan deteksi dini dengan melakukan skrining dan pelacakan kasus guna mengantisipasi potensi penularan yang lebih luas.

Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 3.169 warga terkonfirmasi positif TBC, sementara lebih dari 27.000 warga lainnya berstatus suspek.

"Besarnya jumlah suspek menandakan potensi penularan di masyarakat masih sangat tinggi. Deteksi dini harus diperluas agar kasus ditemukan lebih cepat dan rantai penularan segera terputus," ujar Ninik kepada wartawan, Kamis, 23 April.

"Ini bukan hanya soal angka, tetapi soal keselamatan masyarakat," sambungnya.

Legislator dari Dapil Jawa Timur III itu pun menyoroti temuan bahwa mayoritas kasus TBC di Banyuwangi menyerang kelompok usia produktif. Menurut Ninik, dampak TBC tidak berhenti pada masalah kesehatan fisik semata, tetapi juga mengancam stabilitas sosial dan ketahanan ekonomi keluarga.

“Jika usia produktif tumbang karena TBC, produktivitas menurun dan ekonomi keluarga pasti terdampak. Ini adalah tantangan yang harus kita selesaikan secara lintas sektor,” jelasnya.

Meski angka kasus cukup tinggi, politisi PKB itu mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Banyuwangi yang proaktif melakukan pelacakan kontak erat hingga ke level komunitas. Namun, ia mengingatkan bahwa penemuan kasus harus dibarengi dengan komitmen pasien untuk sembuh total.

Ninik menegaskan, pasien wajib menyelesaikan terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama minimal enam bulan tanpa putus. "Ketidakpatuhan berisiko memicu resistensi obat (TBC-RO) yang jauh lebih sulit dan mahal untuk disembuhkan," tegasnya.

Ninik juga meminta masyarakat memanfaatkan program pengobatan gratis dari pemerintah secara optimal. Pada saat yang sama, kata dia, Pemerintah daerah wajib menjamin ketersediaan stok obat dan kualitas pendampingan pasien di lapangan.

"Kami optimis bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kesadaran masyarakat, target eliminasi TBC di Banyuwangi dan secara nasional dapat tercapai," pungkasnya.