Bagikan:

JAKARTA - Panglima militer Rusia mengklaim prajuritnya telah merebut 1.700 kilometer persegi wilayah Ukraina tahun ini dan sedang maju menuju apa yang disebut sebagai sabuk benteng mereka di Donbas.

Sejak invasi tahun 2022, Rusia telah berupaya merebut seluruh wilayah Donbas di Ukraina timur, di mana pasukan Kyiv telah dipukul mundur menuju garis kota dalam pertempuran yang sengit.

"Sejak awal tahun ini, total 80 permukiman dan lebih dari 1.700 kilometer persegi wilayah telah berada di bawah kendali kami," kata Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov dalam rekaman yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan pada Hari Selasa, melansir Al Arabiya dari Reuters (21/4).

Terpisah, Kyiv juga melaporkan beberapa kemajuan dalam perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Panglima militer Ukraina Kolonel Jenderal Oleksandr Syrskyi mengatakan pada pertengahan April, pasukan Kyiv telah merebut kembali kendali atas hampir 50 kilometer persegi wilayahnya pada bulan Maret.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan medan perang tersebut dan staf umum angkatan bersenjata Ukraina tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sementara, Peta pro-Ukraina menunjukkan Rusia telah merebut 592 kilometer persegi tahun ini.

Jenderal Gerasimov mengatakan Kelompok Pasukan Selatan Rusia menyerang sabuk benteng Donetsk yang meliputi kota-kota Sloviansk, Kramatorsk, serta Kostiantynivka, dan pasukan Rusia berada sekitar 7 hingga 12 km (4,3 hingga 7,5 mil) dari Sloviansk dan Kramatorsk.

Unit-unit Rusia sudah bertempur di beberapa bagian Kostiantynivka, katanya.

Selain itu, Jenderal Gerasimov mengatakan pasukan Rusia sedang maju di Sumy di utara dan Kharkiv di timur laut untuk menciptakan apa yang disebutnya sebagai "zona keamanan."

Menurut perkiraan Rusia, Rusia menguasai sekitar 90 persen Donbas, sekitar 75 persen wilayah Zaporizhzhia dan Kherson, dan sebagian kecil wilayah Kharkiv, Sumy, Mykolaiv, dan Dnipropetrovsk di Ukraina.

Rusia juga menguasai Krimea, yang dianeksasi pada tahun 2014 setelah pertempuran sebelumnya. Semenanjung Laut Hitam ini diakui secara internasional sebagai bagian dari Ukraina oleh sebagian besar negara.

Peta pro-Ukraina menunjukkan Rusia total menguasai 116.793 kilometer persegi, atau 19,35 persen, wilayah Ukraina, tetapi kemajuan Rusia telah melambat tahun ini.