Bagikan:

JAKARTA — Pemerintah Filipina memastikan layanan bantuan bagi warga yang sedang krisis tetap berjalan meski kantor pemerintah menerapkan skema kerja hemat energi. Philippine News Agency (PNA) yang dikutip Jumat, 17 April melaporkan, program Assistance to Individuals in Crisis Situation (AICS), atau bantuan bagi warga yang sedang menghadapi krisis, tetap melayani masyarakat pada hari kerja.

Direktur Program Intervensi Krisis dari Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Filipina (DSWD) Edwin Morata mengatakan layanan tersebut terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan tambahan dalam situasi darurat. Seperti ditulis PNA, AICS dapat diakses tanpa melihat latar belakang penerima, baik dari sisi gender, sektor, maupun kondisi ekonomi.

“Kami buka dari pukul 08.00 hingga 17.00 untuk melayani kebutuhan Anda,” kata Morata.

Ia menegaskan, bantuan akan dinilai berdasarkan kondisi terkini, kemampuan penerima, serta bentuk bantuan yang dibutuhkan. Karena itu, setiap kasus lebih dulu diperiksa oleh pekerja sosial.

Menurut Morata, pekerja sosial berlisensi menjalankan program ini dengan mengikuti pedoman dan aturan yang berlaku. Tujuannya agar setiap penerima mendapat bantuan yang sesuai dengan hasil asesmen.

Morata juga menjelaskan, pengemudi yang sebelumnya menerima bantuan tunai darurat atau Cash Relief Assistance (CRA) tetap bisa mengakses AICS, selama mereka mengalami krisis yang tidak terduga.

Program AICS berfungsi sebagai jaring pengaman sosial bagi individu dan keluarga yang terdampak situasi darurat, seperti sakit, kematian anggota keluarga, bencana alam, bencana nonalam, maupun krisis lainnya.

Melalui program ini, masyarakat Filipina dapat mengakses berbagai bantuan, mulai dari biaya pengobatan, rawat inap, transportasi, hingga pemakaman.