Bagikan:

JAKARTA — Tim SAR gabungan memastikan seluruh kru dan penumpang helikopter PK-CFX yang jatuh di pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, meninggal dunia. Total delapan orang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Kepala Bagian Operasi Polres Sekadau AKP Sugianto mengatakan, kepastian itu diperoleh setelah tim mencapai lokasi jatuhnya helikopter di kawasan perbukitan.

“Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Sugianto, Jumat 17 April pagi.

Saat ini, tim SAR gabungan masih bersiaga di lokasi untuk menyiapkan proses evakuasi korban. Namun, medan yang sulit dijangkau menjadi kendala utama sehingga evakuasi belum dapat dilakukan secara cepat.

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya Polri, TNI, Basarnas, BPBD, serta tim pemadam kebakaran. Warga setempat juga turut membantu dengan memberikan informasi dan menunjukkan titik koordinat jatuhnya helikopter.

Petugas di lapangan terus menyusun langkah evakuasi dengan mengutamakan keselamatan tim, mengingat kondisi geografis yang cukup ekstrem.

Sebelumnya, helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak pada Kamis 16 April pagi di sekitar Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Sekadau. Helikopter tersebut diketahui digunakan untuk operasional perusahaan perkebunan kelapa sawit, KPN Plantation.

Belakangan, helikopter dipastikan jatuh dan seluruh orang di dalamnya tidak selamat. Pihak berwenang menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan lanjutan terkait proses evakuasi dan penyelidikan penyebab kecelakaan.