JAKARTA - Kantor kepresidenan Lebanonmenyatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika SerikatMarco Rubio menegaskan kembali upaya Washington untuk mengamankan gencatan senjata di Lebanondalam percakapan telepon dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
Dilansir ANTARA dari Anadolu, Kamis, 16 April, PresidenAounberterima kasih kepada Amerika Serikat atas upayanyamenengahi gencatan senjata serta atas dukungannya di berbagai bidang.
Rubio menekankan AS akan terus melanjutkan upaya diplomatiknya untuk mencapai gencatan senjata sebagai langkah menuju pemulihan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Lebanon, demikian isi pernyataan tersebut, Kamis.
MenluRubio juga menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap sikap yang diambil PresidenAoun.
Sementara itu, Rabu (15/4), Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang berusaha menciptakan sedikit ruang bernapas antara Israel dan Lebanon.
"Sudah lama sejak kedua pemimpin berbicara, sekitar 34 tahun. Itu akan terjadi besok,"tulis Trumpdi platform Truth Social.
BACA JUGA:
Pengumuman tersebut menyusul pembicaraan yang dimediasi AS, pada Selasa (14/4), antaraLebanon dan Israel di Departemen Luar Negeri (Deplu) AS,Washington. Namun, kelompok Hizbullah tidak diwakili dalam pertemuan itu dan menolak langkah-langkah tersebut.
Lebanondan Israel pun sepakat untuk memulai negosiasi perdamaian langsung, dengan lokasi dan waktu yang akan ditentukan kemudian, di tengah situasi di mana Israel masih menduduki wilayah di Lebanon selatan.
Israel telah menduduki sebagianwilayah di Lebanon selatan itu selama beberapa dekade dan sebagian lainnya sejak perang sebelumnya pada 2023–2024.