Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Malaysia menegaskan kebutuhan energi dalam negeri akan tetap jadi prioritas utama. Kelebihan pasokan baru akan disalurkan ke Australia setelah kebutuhan domestik dipastikan aman.

Laporan Malay Mail yang dikutip Kamis, 16 April menyebutkan, pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Putrajaya, Rabu, 16 April. Menurut Anwar, pemerintah telah mendapat jaminan dari Petroliam Nasional Bhd atau Petronas bahwa pasokan untuk konsumsi lokal mencukupi.

“Prioritasnya tentu pada kebutuhan dalam negeri dan ketahanan ekonomi negara,” kata Anwar.

Anwar, yang juga menjabat Menteri Keuangan, mengatakan kelebihan pasokan nantinya akan disalurkan ke mitra tepercaya seperti Australia. Menurut Anwar, pengaturan semacam ini menunjukkan pentingnya negosiasi dan saling pengertian antara negara-negara sahabat, terutama ketika kedua pihak sama-sama bergantung pada sumber daya strategis.

Dalam laporan itu juga disebutkan, Malaysia selama ini mengimpor gas, termasuk gas alam cair atau LNG, dari Australia. Australia, kata Anwar, telah menegaskan komitmennya untuk tetap memenuhi perjanjian pasokan yang sudah ada. Sebaliknya, Malaysia akan memastikan kebutuhan Australia dipenuhi setelah kebutuhan domestik lebih dulu diamankan.

“Itulah arti persahabatan,” ujar Anwar.

Ia menyebut kerja sama tersebut sebagai kemitraan yang seimbang, dibangun atas dasar kepercayaan dan komitmen timbal balik. Meski begitu, Anwar menegaskan pemerintah Malaysia akan tetap menempatkan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.

Anwar juga mengatakan Malaysia terus memperluas hubungan dengan berbagai negara. Namun, di saat yang sama, pemerintah tetap berhitung agar stabilitas ekonomi dan kepentingan nasional tidak terganggu. Ia mencontohkan, Amerika Serikat masih menjadi sumber perdagangan dan investasi terbesar bagi Malaysia, meski Kuala Lumpur tetap menjaga hubungan bilateral yang baik dengan negara lain, termasuk Rusia.

“Kami terus menjalin hubungan dengan lebih banyak negara. Perdagangan dan investasi terbesar masih berasal dari AS, meskipun kami juga memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Rusia dan berdagang dengan mereka,” katanya.

Menurut Malay Mail, Australia merupakan mitra ekonomi penting bagi Malaysia dan menempati posisi ke-12 sebagai mitra dagang terbesar Malaysia pada 2025. Nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai RM78,63 miliar atau US$18,38 miliar.

Hubungan Malaysia dan Australia sendiri telah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif sejak 2021. Kerja sama itu mencakup tiga bidang utama, yakni kemakmuran ekonomi, masyarakat dan teknologi, serta pertahanan dan keamanan kawasan.