JAKARTA – Para arkeolog menemukan kompleks tempat suci era Romawi di bawah Frankfurt, Jerman, yang diduga menyimpan jejak ritual kuno, termasuk kemungkinan pengorbanan manusia. The Independent yang dikutip Jumat, 10 April, melaporkan, Temuan ini dinilai penting karena lokasi itu nyaris tidak terganggu sejak awal abad ke-2 Masehi.
Situs itu berada di kota kuno Nida, Frankfurt. Peneliti yang didukung Yayasan Riset Jerman (DFG) dan Yayasan Sains Nasional Swiss (SNF) kini terus mengkaji kompleks tersebut. Sebagian area pertama kali muncul dalam penggalian pada 2016 hingga 2018, lalu kembali terungkap pada 2022 saat pembangunan sekolah dasar baru.
Di lokasi itu, arkeolog menemukan kompleks berdinding yang masih relatif utuh sejak masa Romawi. Di dalamnya terdapat 11 bangunan batu yang dibangun dalam beberapa tahap. Selain itu, ada sekitar 70 lubang poros dan 10 cekungan atau lubang tanah yang diduga dipakai untuk menaruh benda-benda persembahan dalam upacara keagamaan.
Dari lubang-lubang itu, tim menemukan bejana keramik, sisa tumbuhan, serta sisa hewan seperti ikan dan burung. Para peneliti menduga benda dan sisa-sisa tersebut merupakan bagian dari makanan ritual dan persembahan untuk para dewa.
BACA JUGA:
Namun, temuan di situs ini tidak berhenti di situ. Para peneliti juga menemukan petunjuk yang mengarah pada kemungkinan pengorbanan manusia. Jika terbukti, temuan seperti ini sangat jarang untuk wilayah tersebut.
Sampai sekarang, para peneliti belum bisa memastikan dewa mana yang paling utama dipuja di lokasi itu. Namun, sejumlah nama muncul, seperti Jupiter, Jupiter Dolichenus, Mercurius Alatheus, Diana, Apollo, dan Epona. Campuran nama dewa itu menunjukkan tempat ini kemungkinan pernah menjadi pusat keagamaan penting bagi kawasan sekitar.
Menurut para arkeolog, bentuk bangunan dalam kompleks itu juga tidak biasa. Mereka menyebut belum ada situs serupa yang diketahui di wilayah Romawi Germania maupun Galia. Dengan kata lain, tempat ini bukan hanya tua, tetapi juga unik.
Selain bangunan dan lubang ritual, tim menemukan lebih dari 250 koin Romawi dan lebih dari 70 pengait pakaian dari perak dan perunggu. Sebagian benda itu masih utuh. Menurut peneliti, benda seperti ini lazim dipakai sebagai persembahan di tempat suci Romawi di berbagai wilayah kekaisaran.
Sebuah prasasti persembahan dari seorang prajurit kepada Mercurius Alatheus yang bertarikh 246 Masehi memberi petunjuk bahwa tempat suci ini masih aktif setidaknya hingga pertengahan abad ke-3. Para peneliti memperkirakan situs itu baru ditinggalkan sekitar tahun 275 atau 280 Masehi.
Pejabat Kota Frankfurt bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan, Ina Hartwig, menurut laporan The Guardian, menyebut distrik kultus utama Nida sebagai temuan arkeologis yang hampir tak tertandingi pentingnya di Eropa. Sementara itu, anggota Dewan Kota Frankfurt bidang Perencanaan dan Perumahan, Marcus Gwechenberger, mengatakan penemuan saat pembangunan Römerstadtschule itu menunjukkan bagaimana masa lalu dan masa depan bertemu di kota tersebut.