Bagikan:

JAKARTA - Kapal-kapal tanker Norwegia masih belum mengantongi keberanian melintasi Selat Hormuz meski telah terjadi kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara AS-Iran.

Asosiasi Pemilik Kapal Norwegia berharap AS-Iran memberikan kepastian yang cukup terkait keamanan jalur pasokan 20 persen minyak dan gas dunia tersebut.

“Kami mencatat sinyal gencatan senjata, tetapi situasi di Selat Hormuz tetap belum terselesaikan dan tidak dapat diprediksi,” kata CEO Asosiasi Pemilik Kapal Norwegia, Knut Arild Hareide, dalam sebuah pernyataan Rabu 8 April dikutip dari media Middle East Eye.

Sedikitnya 200 kapal tanker per Selasa 3 Maret terjebak di Selat Hormuz yang disebut Iran zona perang imbas serangan AS-Israel. (Wikimedia Commons)

Menurut Hareide, Asosiasi Pemilik Kapal Norwegia yang mewakili 130 perusahaan mencangkup kepemilikan sekitar 1.500 kapal di seluruh dunia menganggap, situasi keamanan di Selat Hormuz belum pasti dan para pemilik kapal sedang mencari informasi lebih lanjut.

“Belum jelas dalam kondisi apa pelayaran yang aman dapat dilakukan. Pemilik kapal sedang menilai situasi dan tidak akan melanjutkan pelayaran sampai ada keamanan nyata untuk pelayaran yang aman,” kata Hareide.

Sebelumnya, perusahaan pelayaran Denmark, Maersk, juga mengatakan pengumuman gencatan senjata antara Iran-AS belum memberikan kepastian yang cukup untuk menormalkan operasi kapal-kapal pembawa energi melintasi Selat Hormuz yang berada di wilayah Iran dan Oman.