Bagikan:

TERNATE — Ratusan warga mengungsi akibat bentrokan yang terjadi di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Saat ini, aparat bersama pemerintah daerah mulai memulangkan warga secara bertahap setelah situasi berangsur kondusif.

Kabid Humas Polda Maluku Utara Wahyu Istanto Bram mengatakan, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan pascakerusuhan tersebut.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami memastikan kepulangan warga berjalan aman dan kebutuhan dasar tetap terpenuhi,” ujarnya, Rabu 8 April.

Ia menjelaskan, sejak Senin hingga Selasa 7 April, warga yang sempat mengungsi akibat bentrokan di Desa Banemo dan Desa Sibenpopo mulai kembali ke rumah masing-masing dengan pengawalan aparat.

Proses pemulangan dilakukan menggunakan berbagai sarana transportasi, mulai dari bus dan truk milik Brimob, kendaraan TNI, hingga armada Polres Halmahera Tengah dan kendaraan warga.

Setibanya di lokasi, warga menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi tetap stabil setelah berada di pengungsian. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Sementara itu, Kapolda Maluku Utara Waris Agono menegaskan bahwa bentrokan yang memicu pengungsian tidak berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), melainkan dipicu provokasi dan penyebaran informasi hoaks.

Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta mengedepankan penyelesaian konflik melalui jalur damai dan mekanisme hukum, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.