JAKARTA - Penemuan lebih dari 700 fosil di China memberi petunjuk baru soal awal munculnya kehidupan hewan yang kompleks di Bumi. Temuan ini menunjukkan perubahan dari kehidupan sederhana ke kehidupan yang lebih rumit kemungkinan sudah terjadi sekitar 539 juta tahun lalu, atau setidaknya empat juta tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Fosil-fosil itu ditemukan di Provinsi Yunnan, China barat daya, dan hasil penelitiannya dimuat dalam jurnal Science. Selama ini, akhir periode Ediakara dipahami sebagai masa ketika hewan-hewan sederhana hidup di lingkungan laut yang relatif datar. Namun, temuan baru ini menunjukkan gambaran yang lebih maju.
Laporan The Independent yang dikutip Selasa, 7 April, menyebut banyak fosil yang ditemukan merupakan sisa hewan yang diduga sudah mampu bergerak di air, mencari makan, dan hidup dalam pola yang lebih tiga dimensi. Ciri-ciri seperti itu sebelumnya diyakini baru muncul pada periode Kambrium, masa yang dikenal luas karena ledakan kehidupan hewan kompleks.
Penulis studi dari Museum Sejarah Alam Universitas Oxford, Frankie Dunn, menyebut temuan ini memberi gambaran penting tentang bagaimana biosfer modern yang didominasi hewan mulai terbentuk. Menurut Dunn seperti dikutip dari The Independent, perubahan itu terjadi sangat cepat dalam ukuran waktu geologis.
BACA JUGA:
Salah satu poin penting dari temuan ini adalah munculnya organisme awal dengan tubuh simetris kiri dan kanan. Pola tubuh seperti ini kini dimiliki hampir semua hewan modern. Sebelumnya, ilmuwan hanya menemukan jejaknya lewat lintasan fosil, bukan tubuh hewannya secara langsung. “Sekarang kita tahu apa yang membuat jejak itu, karena untuk pertama kalinya kita punya fosilnya,” kata penulis lain, Ross Anderson dilansir The Independent.
Temuan ini juga ikut memperkuat perdebatan lama dalam paleontologi yang dikenal sebagai “batu versus jam”. Selama ini, analisis genetik menunjukkan leluhur awal manusia dan bintang laut kemungkinan sudah ada pada periode Ediakara, tetapi bukti fosilnya belum ditemukan. Situs baru ini memberi petunjuk bahwa catatan genetik dan catatan fosil mungkin lebih sejalan daripada yang diduga sebelumnya.
Meski begitu, tidak semua ilmuwan sepakat. Dalam laporannya The Independent juga menyebut, sejumlah peneliti di luar tim studi menilai bukti yang ada belum cukup untuk langsung menyebut fosil-fosil itu sebagai hewan kompleks. Namun banyak ahli lain menilai temuan ini cukup kuat untuk mengubah cara pandang terhadap masa transisi penting dalam sejarah kehidupan di Bumi.