Bagikan:

JAKARTA - Inisiatif warga mengecat zebra cross bergambar karakter Pac-Man di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, memantik perhatian DPRD DKI Jakarta. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai kreativitas warga tidak seharusnya dimatikan, namun tetap perlu diatur agar tidak mengganggu keselamatan lalu lintas.

Yuke mengaku menyayangkan adanya polemik di balik aksi tersebut. Meski begitu, ia melihat ada niat baik warga untuk berkontribusi dalam memperbaiki fasilitas publik.

Ia menegaskan, inisiatif warga perlu diapresiasi karena menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, pemerintah justru perlu menggandeng warga dalam pengelolaan fasilitas publik.

"Sebetulnya saya mengapresiasi inisiatif warga yang mengerjakan dengan kreativitasnya, dengan niat mungkin membantu. Nah, ini yang juga sebetulnya harus digandeng, diajak kerja sama, diajak kolaborasi oleh dinas terkait ataupun Pemprov, karena kreativitas teman-teman dan kepedulian teman-teman ini juga harus diapresiasi tinggi," kata Yuke kepada wartawan, Rabu, 1 April.

Hanya saja, Yuke mengingatkan bahwa desain zebra cross tidak bisa dibuat sembarangan. Ada aspek keselamatan yang harus menjadi prioritas, terutama di lokasi dengan lalu lintas padat.

"Kalau terlalu fancy di tempat-tempat yang riskan, itu mungkin bayangan saya kenapa katanya mau ditertibkan. Itu kan berbahaya begitu dia agak melambat ketika menyeberang, lalu lintasnya mungkin terlalu padat, itu membahayakan," ucap dia.

Leibih lanjut, Yuke menekankan pentingnya kajian menyeluruh sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas. Penentuan lokasi harus melibatkan instansi terkait seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Ia pun mendorong Pemprov DKI menjadikan komunitas dan warga sebagai bagian dari sistem pengawasan dan pelaporan kondisi infrastruktur di lapangan. Dengan begitu, respons pemerintah bisa lebih cepat dan merata.

"Nah, ini bukan dijadikan saingan, harusnya kita ajak mereka menjadi bagian dari sistem pengawasan atau satgasnya, jadi kalau ada info apa langsung segera sampaikan kepada pemerintah setempat bareng-bareng," urai Yuke.

Yuke memastikan isu ini akan dibahas dalam rapat kerja bersama pihak eksekutif. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam memperbaiki kualitas fasilitas publik di Jakarta.