JAKARTA - Warga menggambar ulang jalur penyeberangan (zebra cross) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, setelah laporan hilangnya fasilitas tersebut tidak mendapat respons pada aplikasi JAKI selama lebih dari satu tahun.
"Warga sudah lapor lewat JAKI dan ke kecamatan sejak setahun lalu, tapi didiamkan. Giliran warga bertindak dan viral, baru bicara soal aturan. Jangan 'sadar diri' karena viral saja," kata relawan Rafli Zulkarnaen atau Ijoel dilansir ANTARA, Senin, 30 Maret.
Dia mengatakan awalnya, di kawasan dekat GPIB Bukit Moria Tebet itu tengah dilakukan pengaspalan sebagai upaya perbaikan jalan pada 2025.
Setelah pengaspalanitu rampung, diharapkanzebra crossakan dibuat kembali sebagai marka jalan, terlebih mengingat lokasi itu dekat dengan halte Transjakarta, gereja, sekolah serta kantor Kecamatan Tebet.
Akan tetapi, marka jalan itu tidak kunjung dibuat, sehingga warga menyampaikan keluhan mereka melalui berbagai jalur resmi, termasuk JAKI, sejak 2025, namun tidak ada respons maupun tindak lanjut sama sekali.
"Pengaspalan cuma di sisi depan gereja saja, dan setelah itu, marka jalan atauzebra cross-nya hilang sama sekali, nggak dipasang lagi sampai setahun lebih," ujar Ijoel.
Dia menilai ketiadaanzebra crossitu menimbulkan pertanyaan terkait kelanjutan penataan fasilitas jalan setelah perbaikan fisik selesai dilakukan.
BACA JUGA:
Menurut dia, keberadaanzebra crossitu merupakan bagian penting dari keselamatan pengguna jalan, khususnya pejalan kaki di kawasan yang memiliki aktivitas tinggi.
Ijoel mengatakan perbaikan infrastruktur jalan seharusnya diikuti dengan pemulihan fasilitas pendukung secara menyeluruh agar fungsi jalan tetap optimal dan aman bagi seluruh penggunanya.
"Kami sebagai warga nggak mau tahu itu urusan dinas mana, yang penting fasilitas yang kami butuhkan ada dan aman. Apalagi di situblind spotpas belokan, bahaya banget kalau nggak ada penanda untuk pejalan kaki," ucap Ijoel.
Lmbannya respons terhadap laporan warga juga menunjukkan perlunya perbaikan dalam sistem penanganan aduan masyarakat, khususnya terkait fasilitas keselamatan jalan.
Karena itu, dia menggandeng pembuat konten (konten kreator) yang juga merupakan seniman untuk menggambar ulangzebra crossdengan karakter gim "Pac-Man". Aksi tersebut kemudian dibagikan melalui media sosial Instagram @ijoeel.
Sementara itu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengapresiasi kepedulian dan inisiatif masyarakat yang telah melakukan pengecatan jalan yang difungsikan sebagaizebra crossdi Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan.
Meski demikian, Dinas Bina Marga DKI menuturkan pembuatan marka jalan, termasukzebra cross, harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar teknis yang berlaku.
"Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara," kata Kapusdatin Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny.
Dia menjelaskan ketiadaanzebra crossdi lokasi itu terjadi karena adanya kegiatan pemeliharaan berkala jalan dan pembangunan/peningkatan trotoar pada akhir 2025, sehinggamarkazebra crosseksisting tertutup oleh lapisan aspal baru.
Pemasangan kembali marka jalan, kata Siti, tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan, karena material markathermoplasticmemerlukan kondisi permukaan jalan yang telah melalui masa pengeringan optimal agar dapat melekat dengan baik dan memiliki daya tahan maksimal.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Bina Marga DKI telah menetapkan lokasi tersebut sebagai prioritas dalam rencana pemeliharaan marka jalan2026, termasuk pembangunan kembali fasilitaszebra crossdalam waktu dekat.