Bagikan:

Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali beroperasi usai masa libur Lebaran. Kali ini, MBG berjalan dengan penguatan pengawasan keamanan pangan di seluruh tahapan produksi dan distribusi.

Terlihat pada hari pertama operasional, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harapan Mulia I Kemayoran, Selasa, 31 Maret. Di SPPG tersebut, didistribusikan sebanyak 3.298 MBG melalui sistem yang telah dievaluasi secara menyeluruh.

Kepala SPPG Harapan Mulia I Kemayoran, Fakhri Irfan Pribadi, menjelaskan sebelum operasional kembali berjalan, dilakukan evaluasi bersama berbagai pihak untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Evaluasi dilakukan secara internal bersama BGN, mitra yayasan, dan relawan.

Secara eksternal, SPPG juga berkoordinasi dengan instansi yang menangani keamanan pangan, seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan. Distribusi MBG pada hari pertama menjangkau 7 sekolah dan 1 posyandu, dengan sistem pembagian waktu yang terstruktur.

Dalam operasionalnya, pengawasan kualitas makanan dilakukan secara ketat sebelum didistribusikan. Seperti melakukan uji organoleptik bersama KSPG dan ahli gizi sebelum distribusi. Jika terdapat aroma, tekstur, atau kualitas yang tidak sesuai, makanan ditarik dan tidak didistribusikan.

Selain itu, sistem keamanan pangan juga diterapkan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. SPPG menerapkan personal hygiene ketat dan sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dari penerimaan bahan baku hingga distribusi. SPPG juga melakukan langkah antisipatif terhadap potensi risiko pada penerima manfaat, termasuk alergi makanan.

Dari sisi sumber daya manusia, pelibatan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam operasional program. Dengan penguatan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan, program MBG diharapkan dapat terus berjalan dengan standar keamanan pangan yang terjaga serta memberikan manfaat optimal bagi para penerima.