JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prastiyani meminta Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi target 55 juta anak mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2026.
Menurutnya, komitmen BGN meningkatkan mutu SPPG merupakan langkah strategis untuk memastikan manfaat MBG dirasakan puluhan juta penerima secara optimal. Sebab, saat ini MBG memasuki fase penguatan kualitas setelah fondasi layanan dibangun secara masif sepanjang 2025.
“Setelah fondasi program dibangun secara masif pada 2025, fokus pada peningkatan kualitas layanan di 2026 adalah arah yang tepat. Skala program yang besar harus diimbangi dengan mutu layanan dan keamanan pangan yang terjaga,” terang Netty dalam keterangannya, Minggu 4 Januari.
Dia mengakui, capaian pembangunan ribuan SPPG mampu menjadi tulang punggung pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Karena itu, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh SPPG berjalan dengan standar layanan yang konsisten, higienis, dan ramah bagi anak serta kelompok rentan.
“Pelayanan gizi bukan hanya soal jumlah penerima, tetapi juga soal kualitas makanan, kebersihan dapur, kompetensi petugas, dan sistem pengawasan yang konsisten,” imbuhnya.
Politikus dari Fraksi PKS ini juga mendukung penguatan edukasi gizi sebagai bagian tak terpisahkan dari MBG.
Sebab, pendekatan ini penting agar program MBG tidak berhenti pada distribusi makanan, melainkan membentuk kebiasaan konsumsi sehat jangka panjang.
“Edukasi gizi harus berjalan beriringan dengan layanan MBG. Anak dan keluarga perlu dibekali pemahaman tentang makanan sehat agar dampak program ini berkelanjutan. Pelaksanaan MBG harus terus dikawal agar penguatan kualitas SPPG benar-benar berjalan efektif, termasuk dalam aspek keamanan pangan, pendampingan sumber daya manusia, dan koordinasi dengan pemerintah daerah," terang Netty.
BACA JUGA:
Dia menilai, MBG merupakan investasi strategis bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia, yang keberhasilannya bergantung pada sinergi pusat dan daerah.
“Dengan peningkatan kualitas layanan dan kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah, kita berharap program ini dapat memberi manfaat optimal bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak Indonesia,” tutup Netty.