JAKARTA - Aksi “No Kings” memadati kota-kota besar di Amerika Serikat pada Sabtu dalam gelombang ketiga protes terhadap Presiden Donald Trump. BBC yang dikutip Minggu, 29 Maret melaporkan, massa turun ke jalan untuk menentang perang di Iran, penegakan imigrasi federal, dan biaya hidup yang terus naik.
Demonstrasi berlangsung di New York, Washington DC, Los Angeles, Boston, Nashville, Houston, serta banyak kota kecil lain. Di Washington DC, massa memenuhi tangga Lincoln Memorial dan National Mall. Seperti pada aksi sebelumnya, para demonstran juga membawa boneka tiruan Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan pejabat lain di pemerintahannya, sambil menuntut mereka dilengserkan dan ditangkap.
Menurut pengusung gerakan itu, Trump sedang mendorong kekuasaan yang berlebihan. “Trump ingin memerintah kami seperti seorang tiran. Tapi ini Amerika, dan kekuasaan milik rakyat, bukan calon raja dan kroni miliardernya,” kata mereka, seperti dikutip BBC. Gedung Putih menanggapi sinis. Seorang juru bicara menyebut aksi itu hanya “sesi terapi sindrom anti-Trump”.
Minnesota menjadi salah satu titik utama aksi. Negara bagian ini menjadi sorotan setelah dua warga Amerika, Renee Nicole Good dan Alex Pretti, tewas ditembak agen imigrasi federal pada Januari. Menurut BBC, kematian keduanya memicu kemarahan besar terhadap taktik imigrasi pemerintahan Trump. Ribuan orang turun ke jalan di Saint Paul, sementara sejumlah tokoh Demokrat naik ke panggung di luar gedung capitol negara bagian.
BACA JUGA:
Musisi Bruce Springsteen ikut tampil di panggung protes Minnesota dan membawakan lagu Streets of Minneapolis.
Di New York, ribuan orang memenuhi Times Square dan berbaris di kawasan Midtown Manhattan. Polisi menutup sejumlah jalan untuk memberi ruang bagi massa. BBC juga mencatat, aksi “No Kings” pada Oktober lalu menghimpun lebih dari 100.000 orang di lima wilayah New York.
Aksi ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyebut dua orang ditangkap di Los Angeles setelah menyerang aparat federal. Dua petugas dilaporkan terluka setelah terkena balok semen di sekitar Gedung Federal Roybal. Reuters juga melaporkan penangkapan di Dallas setelah bentrokan kecil dengan kelompok tandingan.
Protes serupa digelar warga Amerika di luar negeri, termasuk di Paris, London, dan Lisbon. Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, Trump memperluas penggunaan kekuasaan presiden lewat perintah eksekutif, membongkar sebagian lembaga federal, dan mengerahkan Garda Nasional ke sejumlah kota meski ditolak gubernur negara bagian. Trump membantah bertindak seperti raja. Namun, menurut BBC, para pengkritiknya menilai sejumlah langkah itu melanggar konstitusi dan mengancam demokrasi Amerika.