Bagikan:

JAKARTA - KJRI Jeddah bergerak cepat merespons laporan adanya bus jemaah Umrah asal Indonesia yang terbakar, memastikan keselamatan seluruh WNI dan paspornya, serta direncanakan pulang ke Tanah Air sesuai jadwal.

Dalam keterangan tertulis yang diterima VOI.id dari KJRI Jeddah disebutkan, Konsulat menerima informasi mengenai bus jemaah Umrah asal Sakinah Tour dan Travel dengan Muassasah di Arab Saudi, Muassasah Dalel Maalem fo Umrah Services berpenumpang 24 orang yang mengalami musibah. Bus yang digunakan milik PT Dalel Maalem dengan pengemudi warga negara Mesir.

"Bus terbakar ketika dalam perjalanan dari Mekkah menuju Madinah, tepatnya setelah pintu pemeriksaan terakhir (check point) masuk kota Madinah, sekitar 50 Km dari Kota Madinah," tulis Konjen RI di Jeddah Duta Besar Yusron B. Ambary dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3).

"Kejadian bermula saat ban mobil belakang pecah dan keluar kepulan asap dari kabin luar depan bus. Sopir langsung menepikan kendaraan dan meminta seluruh jemaah Umrah turun setelah mendapati kepulan asap di kabin luar bagian depan Bus. Tidak lama setelah jemaah turun, api keluar dari bagian belakang kendaraan dan akhirnya membakar seluruh bus, termasuk seluruh koper dan barang bawaan jamaah yang berada di dalam bus," lanjutnya.

Dijelaskan, sebelum peristiwa yang terjadi sekitar 20 menit menjelang tiba di kota tujuan, jemaah telah dua kali memperingatkan adanya bau kopling pada bus. Namun, dua pengemudi yang merupakan warga negara Mesir menyampaikan kondisi kendaraan aman.

Tak lama kemudian terdengar suara letusan dari arah ban. APAR yang tersedia di dalam bus tidak mampu memadamkan api yang menyala.

"Tidak ada korban jiwa dan luka pada saat kejadian, dan seluruh jemaah Umrah telah dievakuasi dengan bus pengganti milik muassasah," ungkap Dubes Yusron, menambahkan "seluruh jemaah kemudian diinapkan di Manazel Al-Saadiq Hotel, Madinah dengan bus pengganti yang datang sekitar 30 menit kemudian."

Lebih jauh dijelaskan, KJRI Jeddah kemudian mengirimkan tim untuk menemui jemaah. Tim dari Satgas Pelindungan KJRI Jeddah menemui pembimbing jemaah (atas nama Alawi Lubis) serta tiga perwakilan jemaah di Madinah.

Adapun rincian para jemaah terdiri dari 13 laki-laki (9 dewas dan 5 anak-anak), serta 11 perempuan (6 dewasa dan 5 anak-anak). Dikatakan, mayoritas berasal dari Sumatra Utara.

"Paspor seluruh jemaah aman dan tidak ikut terbakar," tulis keterangan tersebut.

Kendati tidak ada jemaah yang mengalami luka fisik. Namun, sejumlah anak mengalami trauma ringan dan untuk sementara tidak mau kembali menggunakan bus.

"Tidak terdapat indikasi sopir mengemudi ugal-ugalan. Dugaan awal mengarah pada masalah teknis kendaraan," kata keterangan tersebut.

"Jemaah tetap dijadwalkan untuk pulang tgl 31 Maret 2026," tandas Dubes Yusron seraya memastikan "KJRI akan mengawal kasus ini termasuk jika ada kompensasi dari perusahaan transportasi."