Bagikan:

JAKARTA - Idulfitri di Maroko terlihat dengan suasana yang terasa dekat bagi orang Indonesia. Salat Id, rumah keluarga yang ramai, anak-anak berbaju baru, dan meja tamu yang penuh hidangan. Bedanya, di negeri Afrika Utara itu, tradisi lama masih sangat kuat, bahkan di tengah kota-kota yang terus bergerak modern.

Di Casablanca, warga memadati masjid sejak pagi. Banyak pria mengenakan djellaba, jubah tradisional yang tetap lekat dengan hari raya. Anak-anak tampil dengan pakaian baru. Dalam pertemuan keluarga, mereka kerap menerima uang. Suasana semacam ini membuat Lebaran di Maroko terasa akrab, meski lahir dari latar budaya yang berbeda.

Arab Weekly melaporkan, empat hari terakhir Ramadan menjadi masa paling sibuk. Pasar Derb Sultan dan kawasan Habous dipenuhi warga yang memburu busana tradisional, sandal, topi, dan pakaian anak. Toko roti juga padat pembeli. Di medina tua, tungku-tungku tradisional terus menyala untuk memanggang kue yang akan disajikan saat hari raya.

Di sinilah Lebaran di Maroko tak hanya terlihat sebagai perayaan keagamaan. Hari raya juga menggerakkan belanja, perjalanan, dan pertemuan sosial dalam waktu yang sama. Permintaan bus antarkota naik tajam menjelang Idulfitri. Harga tiket ikut terdorong. Sebagian warga pulang untuk berkumpul dengan keluarga, sebagian lain memanfaatkan libur ke kota wisata seperti Marrakesh. Data CEIC menunjukkan kunjungan wisatawan ke Maroko pernah mencapai 630.077 orang pada Mei 2023. Angka itu sedikit banyak, memberi gambaran bahwa mobilitas dan pariwisata di negara itu hidup.

Namun yang paling menonjol tetap keluarga. Perempuan umumnya menyiapkan hidangan dan menerima tamu. Zakat fitrah dibagikan sebelum salat Id sebagai bentuk kepedulian kepada warga miskin. Relawan juga mendatangi panti asuhan, panti jompo, dan rumah sakit agar hari raya ikut dirasakan mereka yang tidak berkumpul lengkap di rumah.

Bagi orang Indonesia, Maroko menunjukkan hal yang menarik bahwa modernitas tidak selalu menggeser tradisi. Saat Lebaran tiba, keluarga, pasar, dan solidaritas sosial justru tampak paling kuat.