JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron kemarin menyusul permintaaannya untuk berkoalisi militer membuka Selat Hormuz.
"Ya, maksud saya, tentu saja, saya pikir dia akan membantu. Maksud saya, saya akan memberi tahu Anda nanti," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa 17 Maret WIB, dikutip dari The Guardian.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prancis, Catherine Vautrin menyebutkan bahwa pemerintahnya enggan berencana mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz dampak serangan AS-Israel terhadap Iran.
Penolakan itu setelah Trump meminta Prancis, Inggris, Australia, Jepang, Korea Selatan hingga China untuk mengirimkan kapal perangnya demi dapat mengendalikan Selat Hormuz.
Kemenhan Prancis menekankan sikap Prancis terhadap situasi di Timur Tengah atau Teluk tetap bersifat defensif.
Serangan Israel-AS terhadap Iran dimulai sejak 28 Februari. Konflik meningkat setelah Israel-AS menyerang penyulingan air minum dan infrastruktur energi Iran, berujung pada Iran memblokade de facto Selat Hormuz.