PADANG PANJANG - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat (BPJN Sumbar) menghentikan sementara proyek perbaikan Jalan Lembah Anai yang rusak akibat banjir bandang pada akhir November 2025 guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Pantauan di ruas Lembah Anai pada Minggu, 15 Maret, menunjukkan sejumlah alat berat terparkir di pinggir jalan, mulai dari ekskavator tipe crawler, ekskavator, bulldozer, hingga crane yang sebelumnya digunakan untuk pekerjaan perbaikan jalan.
Ruas jalan Lembah Anai, tepatnya pada jalur Sicincin–Padang Panjang di KM 64, sebelumnya hanya dibuka secara terbatas untuk kendaraan roda dua dan roda empat pada pukul 17.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.
Namun, untuk mendukung kelancaran arus mudik, jalur tersebut akan dibuka selama 24 jam bagi kendaraan roda empat selama masa libur Lebaran, terhitung mulai H-10 hingga H+10 Idulfitri.
Bhabinkamtibmas Polsek Batipuh Afriandi mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara BPJN dan kepolisian setempat.
“Benar dihentikan karena berkaitan dengan antisipasi pemudik kita yang akan pulang kampung. Makanya pekerjaan dihentikan sementara untuk keamanan,” kata Afriandi saat ditemui di Posko Pengamanan Lebaran 2026 di Padang Panjang dikutip dari Antara.
Ia menyebut hingga H-6 Lebaran belum terlihat lonjakan volume kendaraan yang signifikan di jalur tersebut. Menurut dia, sebagian besar pemudik yang berasal dari perantauan biasanya tidak memasuki wilayah Sumatera Barat secara bersamaan.
“Belum ada lonjakan kendaraan yang signifikan karena sekarang masih H-6. Rata-rata keluarga yang di rantau masuk ke Sumbar tidak berbarengan,” ujarnya.
Pihak kepolisian memprediksi lonjakan arus kendaraan menuju Sumatera Barat akan terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran, serta kembali meningkat pada H+1 hingga H+5 ketika para perantau melakukan perjalanan wisata di daerah tersebut.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum melakukan proyek penanganan darurat akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di ruas Padang Panjang–Sicincin KM 61–67.
Proyek tersebut dimulai pada 28 November 2025 dan ditargetkan rampung pada Juli 2026 dengan pembangunan sebanyak 874 titik bore pile untuk memperkuat struktur jalan.