Bagikan:

PADANG – Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan penataan lingkungan Museum Adityawarman di Padang, Kamis, 12 Maret. Langkah ini menandai dorongan agar museum tidak berhenti sebagai tempat menyimpan koleksi, tetapi tampil sebagai ruang budaya, edukasi, dan aktivitas publik yang lebih hidup.

Peresmian itu ditandai dengan rampungnya penataan kawasan, termasuk pembangunan pagar yang kini terintegrasi dengan area museum. Fadli menegaskan, museum harus ditempatkan sebagai bagian penting dari ekosistem kebudayaan yang aktif di tengah masyarakat.

“Ini bagian dari program untuk menjadikan museum sebagai ekosistem yang nyaman, pusat budaya dan edukasi, dan berbagai kegiatan yang dapat diselenggarakan di museum, salah satunya Museum Adityawarman ini,” kata Fadli.

Ia menjelaskan, Museum Adityawarman juga mendapat dukungan Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Kebudayaan. Anggaran itu dipakai untuk kegiatan nonfisik, seperti pameran, pertunjukan, dan program aktivasi museum.

Menurut Fadli, penataan museum juga sejalan dengan gerakan nasional ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas ruang publik. Di Sumatera Barat, langkah itu dinilai penting karena daerah ini memiliki kekayaan cagar budaya dan Warisan Budaya Takbenda yang besar.

Fadli juga menekankan bahwa standar museum perlu terus dibenahi, mulai dari storyline pameran, tata pamer, pencahayaan, material, tipografi, penggunaan bahasa, hingga pemanfaatan teknologi digital agar pengalaman pengunjung lebih interaktif.

Museum Adityawarman sendiri menyimpan lebih dari 6.000 koleksi, mulai dari etnografi, arkeologi, numismatik, filologi, hingga seni rupa tradisional. Koleksi itu merekam jejak budaya Minangkabau, dari pakaian adat, alat musik, peralatan rumah tangga, sampai senjata tradisional.

Pada kesempatan yang sama, Fadli Zon juga menyerahkan bantuan bencana berupa seperangkat alat salat kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Padang.

Dalam kesempatan itu, juga hadir Wali Kota Padang Fadly Amran, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatra Barat Syaiful Bahri, serta jajaran Kementerian Kebudayaan.