Bagikan:

JAKARTA - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menghadiri kegiatan Ramadan bertajuk PANDa'i yang digelar DPP PAN. PANDa'i sendiri merupakan lomba cerdas cermat berbasis keislaman bagi siswa SMA dan sederajat di seluruh Indonesia dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.

"Ya, ini saya tentu pertama mengucapkan selamat melaksanakan ibadah suci Ramadan, puasa, bulan suci Ramadan. Mudah-mudahan puasa kita, seluruh amal ibadah kita, diterima oleh Allah SWT. Nah, Partai Amanat Nasional ini sebagai partai yang reformis, terus melakukan edukasi di berbagai bidang. Khususnya untuk membangun akhlak masyarakat. Anak-anak muda apalagi, karena anak-anak kita adalah masa depan Indonesia, masa depan kita," ujar Zulkifli Hasan dalam pidatonya di Kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis, 12 Maret.

"Kita bina karakternya. Karakter itu ada pendidikan agama, kemudian wawasan kebangsaan, dan lain-lain. Mulai dari usia dini. Nah, inilah yang dilakukan oleh PAN, DPP PAN, namanya PAN Da'i, yang bekerja sama dengan tadi, berbagai PAN yang ada di daerah, untuk melatih dan mengembangkan anak-anak didik kita, selain punya keterampilan, juga memberikan pendidikan karakter," sambungnya.

Ketum PAN Zulkifli Hasan di acara PANDai/FOTO: Nailin In Saroh-VOI

Menurut Zulhas, akhlak yang Islami akan menjadi tuntunan bagi anak-anak muda masa kini, dimana sekarang pergaulannya sudah meluas seiring perkembangan teknologi. "Bahkan kadang-kadang berita-berita yang perkataan-perkataan, bahkan gunjingan-gunjingan yang dulu kita anggap tabu, sekarang menjadi sesuatu yang biasa. Bergunjing, memfitnah orang, membicarakan sesuatu yang tidak benar, dan seterusnya dan seterusnya," katanya.

"Oleh karena itu, kita Partai Amanat Nasional melakukan apa, PAN Da'i ini agar kita kembali kepada nilai-nilai, nilai-nilai spiritual, nilai-nilai keindonesiaan, atau yang kita kenal dengan Akhlakul Karimah," lanjut Menko Pangan itu.

Zulhas berharap, kegiatan ini tidak berhenti di sini saja. Ia pun mengusulkan agar kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung oleh televisi agar dakwah Islam dapat didengar dan dilihat oleh masyarakat di seluruh tanah air. Bahkan Zulhas siap menggelontorkan anggaran untuk mendukung promosi kegiatan tersebut.

"Jadi kalau bisa tahun depan Mas Eko udah kita pakai TV. Kalau di sini enggak kelihatan orang. Kalau streaming juga sedikit. Tapi kalau disiarkan semua orang akan bisa melihat. Dibikin beberapa kali dan beberapa babak kira-kira," katanya.

Untuk hadiah lomba cerdas cermat ini, PAN menyiapkan uang tunai untuk juara pertama sebesar Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta, juara ketiga Rp15 juta, dan juara harapan 1 hingga 3 masing masing sebesar Rp5 juta.

"Nah, tadi hadiahnya saya dengar, hadiah nomor satu berapa? 30? Kita naikkan ya! Hadiah nomor satu jadi Rp40 (juta). Hadiah nomor dua jadi 30. Hadiah nomor tiga jadi 25. Hadiah apa tadi berikutnya itu? Harapan 1, 2, 3 masing-masing 5 juta jadi 10 juta, 10 juta, 10 juta," katanya.

Tak cukup, Zulhas memberikan satu buah tablet bagi masing masing peserta yang lolos babak final. Masing-masing kelompok terdiri dari 3 orang sehingga total tablet yang akan diberikan berjumlah 18 untuk juara 1 hingga juara harapan 3.

"Apa lagi Mas Eko mau dikasih hadiah apa lagi? Juara 1, juara 2, juara 3 berapa orang? Tiga-tiga-tiga. Masing-masing dapat satu buah tablet. Nanti saya kasih, satu buah tablet ya. Juara 1, juara 2, juara 3 jadi sembilan. Oh, tanggung. Juara 1, juara 2, juara 3, harapan 1, harapan 2, harapan 3, masing-masing dapat satu tablet," kata Zulhas.

Usai acara, Zulhas menambahkan tahun depan, PAN masih tetap akan menyelenggarakan acara PANDa'i. "Bahkan kita akan bikin lebih luas lagi, lebih besar lagi ya. Kemarin selain PANDai sebelumnya apa kita bikin kemarin, cerdas cermat juga pernah ya, yang umum cerdas cermat juga sudah. Kemarin pelatihan politik ya, pelatihan politik juga kita terus membina anak-anak muda agar generasi esok jauh lebih hebat dari kita-kita. Ya, sekolah politik gratis juga kemarin kita lakukan pendidikan," pungkas Zulhas.