Bagikan:

JAKARTA - Pengadilan Sri Lanka pada Hari Rabu memerintahkan pihak rumah sakit untuk menyerahkan jenazah 84 pelaut Iran, yang ditemukan di laut menyusul serangan kapal selam Amerika Serikat pekan lalu, kepada Kedutaan Besar Iran di Kolombo .

Hakim Kepala Galle, Sameera Dodangoda, mengeluarkan perintah tersebut setelah permintaan yang diajukan oleh polisi, seperti yang dilaporkan oleh media lokal Daily Mirror.

Jenazah-jenazah tersebut disimpan di dua unit pendingin bergerak di sebuah rumah sakit di Galle, sebuah kota pesisir di selatan Sri Lanka, dikutip dari Anadolu (12/3).

Para pelaut tersebut termasuk di antara mereka yang tewas setelah kapal selam AS menyerang kapal perang Iran IRIS Dena di perairan lepas pantai Sri Lanka Rabu lalu.

Angkatan laut Sri Lanka meluncurkan misi penyelamatan setelah insiden tersebut.

Militer Iran melaporkan serangan AS menewaskan 104 dari 130 pelaut di kapal tersebut. Namun, pihak berwenang Sri Lanka mengatakan mereka telah menemukan 84 jenazah dari air dan menyelamatkan 32 pelaut, sementara 14 lainnya masih hilang.

Beberapa hari kemudian, Sri Lanka juga mengevakuasi 208 awak kapal dari kapal Iran kedua, IRIS Bushehr, setelah meminta bantuan dari Kolombo.

Kedua kapal tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari latihan angkatan laut Milan Peace 2026 di India.

Sebelumnya, Sri Lanka mengatakan pada Hari Senin, mereka akan memberikan visa satu bulan kepada para pelaut Iran yang diselamatkan.

Puing-puing dan tong minyak dari kapal IRIS Dena yang tenggelam kemudian terdampar di beberapa bagian garis pantai selatan Sri Lanka, memicu upaya pembersihan dan pemantauan lingkungan oleh pihak berwenang, menurut laporan media lokal.

Para politisi oposisi mengkritik pemerintah, dengan mengatakan melindungi para pelaut berisiko menyeret negara kepulauan ini ke dalam konflik Timur Tengah.

Pemerintah mengatakan mereka menanggung biaya para pelaut yang terdampar dan menyediakan perawatan medis atas dasar kemanusiaan.

Diketahui, ketegangan meningkat di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut Teheran menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi, dan lebih dari 150 siswi.

Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Teheran juga secara efektif memperketat Selat Hormuz sejak 1 Maret. Jalur air sempit ini mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global.