Bagikan:

DENPASAR — Pembatalan sejumlah penerbangan menuju kawasan Timur Tengah di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berdampak pada 12.149 penumpang selama periode 28 Februari hingga 10 Maret 2026.

Sebagai respons atas situasi tersebut, pihak imigrasi memberikan layanan izin tinggal keadaan terpaksa (ITKT) bagi penumpang yang tertahan akibat pembatalan penerbangan.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, mengatakan banyak warga negara asing yang mengurus perpanjangan izin tinggal karena terdampak gangguan penerbangan ke Timur Tengah.

"Untuk di Bali sendiri banyak WNA yang mengurus ITKT dan perpanjangan izin tinggalnya dikarenakan terdampak pembatalan penerbangan rute Timur Tengah," ujar Bugie, Kamis, 12 Maret.

Secara keseluruhan terdapat 321 layanan ITKT yang diberikan melalui tiga kantor imigrasi, yakni Kantor Imigrasi Ngurah Rai sebanyak 222 layanan, Kantor Imigrasi Denpasar 92 layanan, serta Kantor Imigrasi Singaraja tujuh layanan.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan kebijakan pembebasan biaya overstay bagi 43 penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.

Berdasarkan data statistik Direktorat Jenderal Imigrasi wilayah Bali, mayoritas penumpang yang terdampak merupakan warga negara asing. Dari total 12.149 penumpang, sebanyak 11.663 orang atau sekitar 96 persen merupakan WNA, sedangkan 486 orang atau sekitar 4 persen merupakan warga negara Indonesia.

Data harian menunjukkan puncak pembatalan penerbangan terjadi pada 28 Februari 2026 dengan total 2.376 penumpang terdampak, terdiri atas 2.238 WNA dan 138 WNI.

Selama periode 1 hingga 6 Maret 2026, jumlah WNA yang terdampak relatif stabil, yakni berkisar 1.000 hingga 1.200 orang per hari. Setelah itu, jumlahnya mulai menurun.

Penurunan signifikan tercatat pada 7 Maret 2026 dengan 553 WNA terdampak, sementara pada 9 Maret tercatat 575 WNA dan 12 WNI yang terdampak pembatalan penerbangan.

Sejumlah maskapai dengan rute menuju Timur Tengah tercatat mengalami dampak paling besar. Etihad Airways melalui penerbangan EY477 tujuan Abu Dhabi mencatat 3.085 penumpang terdampak.

Sementara itu, Emirates melalui penerbangan EK369 dan EK399 menuju Dubai masing-masing mencatat 3.042 dan 2.833 penumpang terdampak.

Adapun Qatar Airways dengan penerbangan QR963 dan QR961 menuju Doha mencatat masing-masing 1.661 dan 1.528 penumpang terdampak akibat pembatalan penerbangan tersebut.