Bagikan:

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menargetkan operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan setelah terjadi longsor di area timbunan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan saat ini tim di lapangan masih fokus menangani material longsoran sekaligus menata ulang area terdampak di Zona 4A.

"Kami menargetkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam sepekan. Saat ini tim di lapangan sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian," kata Asep dalam keterangannya, Selasa, 10 Maret.

Material longsoran yang berada di aliran sungai akan dipindahkan ke area penimbunan di Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar. Penataan ulang zona tersebut juga dilakukan untuk memastikan kondisi area lebih aman dan tertata.

DLH DKI menargetkan aliran sungai di sekitar lokasi dapat kembali lancar sehingga tidak lagi menimbulkan luapan air ke badan jalan di kawasan tersebut.

Selain itu, perbaikan turap kali juga akan dilakukan di dua titik yang terdampak luapan air. Langkah ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur di sekitar lokasi tetap aman serta mencegah gangguan lanjutan.

Di sisi operasional, pemeliharaan dan perapihan zona timbunan sampah masih terus dilakukan untuk meminimalkan risiko longsor. Pekerjaan tersebut difokuskan pada Zona 3 Kepala Burung dan Zona 4 Besar.

Meski proses pemulihan masih berlangsung, layanan pembuangan sampah Jakarta tetap berjalan melalui tiga zona aktif, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.

Apabila perapihan di Zona 4 Besar yang sempat longsor selesai dilakukan, zona tersebut akan kembali dioperasikan dengan tambahan kapasitas layanan sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Untuk menjaga stabilitas pengelolaan sampah selama masa pemulihan, sebagian sampah juga dialihkan ke sejumlah fasilitas pengolahan lain, seperti RDF Plant Bantargebang, PLTSa Merah Putih, serta RDF Plant Rorotan.

RDF Plant Bantargebang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 800 ton sampah per hari, sementara PLTSa Merah Putih berkapasitas sekitar 100 ton per hari.

Asep menjelaskan RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan sebagai langkah cepat untuk menjaga layanan pengelolaan sampah tetap berjalan.

“Hari ini RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari. Kapasitas ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian ditingkatkan kembali hingga 1.000 ton per hari,” jelas Asep.

Dengan skema pengalihan tersebut, total sampah yang dapat tertangani diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari hingga akhir pekan ini.

"Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini," tutur Asep.