Bagikan:

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta polisi untuk mendalami kejanggalan kasus pembunuhan aktivis buruh sekaligus pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman. Ia menilai, polisi harus lebih serius menangani dan menyelidiki kasus ini secara transparan dan berkeadilan.

"Sebelumnya saya sudah ngomong ya untuk serius menyikapi tindakan dugaan pembunuhan yang memang aktivis lumayan mungkin cukup idealis ya. Dan kita berharap polisi bisa membuka apa yang terjadi pada yang bersangkutan," ujar Sahroni di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Maret.

"Karena kan kejanggalan rumahnya yang katanya dirampok tapi yang diambil hanya kunci mobil dan handphone gitu ya, tidak pada hal-hal yang lain. Nah ini janggal dan polisi harus mendalami apa yang terjadi oleh yang meninggal kemarin aktivis. Itu penting tuh," sambung politikus NasDem itu.

Sahroni berharap polisi bisa mendalami kasus ini hingga diketahui dalang pembunuhan Ermanto. Hal ini juga demi menjaga citra dan marwah Polri.

"Iya, itu entar tugas polisi. Mudah-mudahan Polri bisa mendalami lebih jauh aktor intelektualnya siapa dan kalau tidak terbuka ini kan menjadi preseden buruk. Karena ntar dianggap orang semua dibilang ini perampokan-perampokan padahal ada hal yang di belakangnya mungkin ada agenda tertentu," katanya.