YOGYAKARTA – Setelah meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dunia masih menantikan siapa sosok yang akan mengisi kedudukan tersebut. Belakangan banyak sorotan kepada Mojtaba Khamenei yang dinilai cocok untuk menggantikan Ali Khamenei sebagai Pimpinan Tertinggi Iran. Masyarakat Iran sendiri mengenal siapa Mojtaba Khamenei sebagai putra kedua dari Ali Khamenei.
Siapa Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei adalah putra dari Ali Khamenei. Ia lahir pada tahun 1969 di kota Mashhad, di mana saat masa itu sang ayah masih gencar melakukan perlawanan terhadap Shah Mohammad Reza Pahlavi, yakni Shah (Raja) terakhir Iran yang digulingkan dalam Revolusi Iran tahun 1979.
Khamenei sendiri memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Kedekatan itu terjalin karena Khamenei pernah berjuang bersama Batalyon Habib ibn Mazahir, devisi IRGC. Di sisi lain beberapa anggota batalyon tersebut dikabarkan menduduki jabatan senior di aparat keamanan dan intelijen Iran. Kondisi itu pula yang ikut memperkuat pengaruh Mojtaba Khamenei di semua aparatur politik dan keamanan Iran.
Tidak banyak informasi tentang Mojtaba Khamenei. Ia memang digambarkan sebagai sosok yang cukup tertutup meski dikenal sebagai putra Pimpinan Tertinggi Iran.
Bukan tanpa alasan mengapa Mojtaba Khamenei jadi calon kuat pemimpin tertinggi baru Iran. Dilansir dari PBS News, Mojtaba dinilai memiliki keahlian, kekayaan, dan aliansi yang sangat kuat. Alasan itulah yang membuat sosok Mojtaba dinilai logis untuk mengganti kedudukan sang ayah.
BACA JUGA:
Mojtaba Khamenei Kandidat Pengganti Ayatulloh
Beredar kabar bahwa Mojtaba Khamenei jadi kandidat kuat untuk duduk sebagai orang nomor satu di Iran yang sebelumnya diduduki sang ayah. Terkait hal tersebut beberapa media memberitakan bahwa ulama senior Iran disebut telah menggelar pertemuan virtual pada Selasa, 3 Maret 2026 untuk membahas kepemimpinan baru.
Dalam pertemuan tersebut, dilansir dari Antara, Mojtaba Khamenei jadi kandidat terkuat untuk menggantikan sang ayah sebagai pimpinan tertinggi, menurut laporan The New York Times. Meski begitu pertimbangan masih akan dilakukan hingga Rabu pagi.
Akan tetapi muncul pula kekhawatiran bahwa Mojtaba Khamenei akan menjadi sasaran serangan dari Amerika Serikat dan Israel.
Itulah informasi terkait siapa Mojtaba Khamenei. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.