Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengungkapkan Menlu Amerika Serikat (AS) Marco Rubio telah dengan jelas mengatakan pilihan AS memasuki perang atas nama Israel.

Araghchi menekankan, serangan AS-Israel tidak pernah bermula dari apa yang disebut-sebut sebelumnya terkait adanya "ancaman" dari Iran.

"Tuan Rubio mengakui apa yang kita semua ketahui: AS telah memasuki perang pilihan atas nama Israel. Tidak pernah ada yang disebut "ancaman" Iran," tulis Araghchi dalam akun X-nya, Selasa 3 Maret.

Dengan demikian, kata dia, pertumpahan darah antara Amerika dan Iran menjadi tanggung jawab para pendukung Israel.

"Rakyat Amerika pantas mendapatkan yang lebih baik dan harus merebut kembali negara mereka," kata Araghchi.

Sebelumnya, Menlu AS Marco Rubio mengatakan serangan gabungan AS-Israel ke Iran dimulai pada Sabtu pekan lalu berdasarkan klaim akan adanya serangan ke Israel.

Hal itu dikatakan Rubio di hadapan empat pemimpin kongres dan kepala Komite Intelijen DPR dan Senat dalam pemaparan alasan serangan udara gabungan AS-Israel.

Rubio mengatakan pihaknya memprediksi Israel bakal diserang jadi AS-Israel lebih dahulu menggempur Iran demi mencegah kerugian yang lebih besar.

Pada kenyataannya AS-Israel menyerang Iran di tengah negosiasi nuklir telah memasuki tahap keempat yang dijadwalkan digelar di Wina awal Maret 2026. Oman yang menjadi penengah negosiasi itu mengatakan, tidak ada hambatan signifikan dalam perundingan tetapi akhirnya gagal akibat AS-Israel tiba-tiba menyerang Iran pada Sabtu 28 Februari.

"Kami tahu akan ada aksi Israel. Kami tahu itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika. Dan kami tahu jika kami tidak bertindak terlebih dahulu, sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan menderita korban yang lebih besar," kata Rubio dikutip dari Anadolu Selasa 3 Maret.

Adapun