JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menyatakan sistem pertahanan udara mereka telah mencegat sejumlah besar drone dan rudal balistik Iran sejak dimulainya serangan.
Dilansir ANTARA dari Anadolu, Senin, 2 Maret, Kementerian Pertahanan UEA menyebutkan sebanyak 541 drone terdeteksi, dengan 506 berhasil dihancurkan dan 35 lainnya jatuh di dalam wilayah negara tersebut. Disebutkan 165 rudal balistik Iran terpantau, dengan 152 di antaranya berhasil dicegat, sementara 13 lainnya jatuh ke laut.
Sementara itu, Angkatan Pertahanan Bahrain menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menangkal 61 rudal dan 34 drone yang menargetkan kerajaan tersebut.
Ketegangan kawasan meningkat pada Sabtu (28/2) setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran, yang menewaskan sejumlah pemimpin seniorIran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset-aset AS, serta sejumlah negara Teluk.