Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri RI memastikan pihaknya terus melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kawasan Timur Tengah, seiring eskalasi yang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

"Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi secara intensif serta berkoordinasi dengan para WNI di wilayah kerja masing-masing," tulis Kemlu RI dalam unggahan di media sosial X seperti dikutip Minggu (1/3).

"Perwakilan RI telah mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi secara berkala dengan Perwakilan RI terdekat," lanjut unggahan tersebut.

"Imbauan ini juga ditujukan kepada WNI yang mengalami kendala perjalanan akibat situasi yang berkembang di kawasan Timur Tengah," tandas Kemlu RI.

Diberitakan sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota di Iran pada Hari Sabtu.

Dikutip dari ABC, Amerika Serikat menyebuti operasi itu sebagai "Operation Epic Fury" sementara Israel menyebutnya "Operation Roaring Lion."

Serangan itu dibalas Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah instalasi militer Amerika Serikat yang ada di Kawasan Timur Tengah.

Sejauh ini Iran telah mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan tersebut, mengumumkan masa berkabung 40 hari dan menjanjikan serangan balasan.

"Kementerian Luar Negeri turut mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif," kata Kemlu RI.

"Kementerian Luar Negeri bersama seluruh Perwakilan RI di kawasan akan terus memantau dan melakukan asesmen secara menyeluruh terhadap dinamika situasi keamanan, kondisi riil di lapangan, serta langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan guna menyikapi perkembangan situasi ke depan," tandas Kemlu RI.

Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027 atau Hotline Perwakilan RI sebagai berikut:

KBRI Riyadh: +966 569173990

KJRI Jeddah: +966 503609667

KBRI Abu Dhabi: +971 566156259

KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611

KBRI Doha: +974 44657945 / 44664981 / 33322875

KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760

KBRI Manama: +973 38791650

KBRI Amman: +962 779150407

KBRI Baghdad: +964 7769842020

KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889

KBRI Beirut: +961 70817310

KBRI Damaskus: +963 954444810