Bagikan:

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengasesmen kerusakan dampak banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak 23-24 Februari.

"Pascaterjadi bencana alam tersebut, kami sedang melakukan pendataan dampak yang ditimbulkan," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Rabu, disitat Antara.

Ia mengatakan berdasarkan data sementara banjir akibat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang cukup tinggi yang terjadi selama dua hari dua malam mengakibatkan banjir di tiga kecamatan di antaranya Kecamatan Pujut, Praya Barat dan Kecamatan Praya Timur.

"Kondisi saat ini air telah mulai surut," katanya.

Ia mengatakan penyebab banjir akibat hujan yang cukup lebat, sehingga air sungai meluap dan masuk ke rumah warga serta di beberapa titik jalan di Lombok Tengah tergenang banjir seperti di wilayah Desa Kuta, serta fasilitas umum juga terdampak.

"Tidak ada korban jiwa," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data sementara jumlah warga yang terdampak mencapai 1.500 kepala keluarga yang tersebar di beberapa desa di 3 kecamatan tersebut.

Selain itu, terjadi angin kencang yang mengakibatkan rumah warga rusak di wilayah Kecamatan Batukliang.

Saat ini sebagian besar wilayah Lombok Tengah sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian kecil lainnya masih dalam periode peralihan musim.

"Potensi hujan cukup signifikan pada 10 hari mendatang, sehingga masyarakat dihimbau agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air. Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba," katanya.