Bagikan:

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera melakukan intervensi terhadap daerah dengan nilai Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) rendah melalui pembentukan Rumah Inovasi Daerah (RID).

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan Rumah Inovasi Indonesia (RII) di Jakarta sebagai ekosistem berbasis inovasi nasional. Setelah peluncuran tersebut, konsepnya akan diturunkan ke level daerah dalam bentuk RID.

“Sebentar lagi akan kita launching di Jakarta ini Rumah Inovasi Indonesia, dan setelah kita launching sebagai ekosistem berdasarkan inovasi nasional, nanti akan kita turunkan atau cascade ke level daerah, yaitu Rumah Inovasi Daerah,” ujar Arif di Jakarta, Antara, Selasa, 24 Februari.

BRIN melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) siap membantu pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan penguatan inovasi.

“Rumah Inovasi Daerah ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi tumbuhnya inovasi, agar inovasi itu membawa dampak kepada kemajuan ekonomi,” katanya.

Arif mengungkapkan sejumlah kepala daerah telah menghubungi BRIN dan menyatakan kesiapan membuka RID di wilayah masing-masing pada tahun ini. Menurutnya, hal itu menunjukkan meningkatnya kesadaran daerah terhadap pentingnya riset dan inovasi.

“Saya sangat bangga dengan daerah yang mulai sadar dan berlomba-lomba ingin menjadi yang pertama,” ucapnya.

Senada dengan Arif, Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa riset, inovasi, dan kolaborasi merupakan kunci menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menurut Bima, pembangunan daerah harus berbasis riset dan kolaborasi, serta tidak semata-mata didorong oleh kepentingan ekonomi atau politik.

“Kami menyambut baik inisiasi Kepala BRIN agar daerah menjadikan indeks inovasi dan indeks daya saing sebagai hal yang sangat serius untuk memberikan dampak bagi target-target kemajuan di daerah. Kemendagri siap fokus pada piloting project, beberapa daerah baik provinsi, kota, atau kabupaten akan kita supervisi bersama dan kita kuatkan untuk membangun ekosistem inovasinya,” ujar Bima.