Bagikan:

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu postur anggarankementerian bidang pendidikan dan Presiden Prabowo Subianto justru menambah anggaran pendidikan melalui anggaran belanja tambahan (ABT).

Penambahan anggaran itu difokuskan pada peningkatan sarana prasarana, mutu, dan kesejahteraan guru.

"Anggaran MBG tidak mengganggu anggaran pendidikan, Presiden justru menambah anggaran pendidikan melalui ABT dan fokus peningkatan sarana prasaran, mutu, dan kesejahteraan guru," kata Lalu dilansir ANTARA, Sabtu, 21 Februari.

Ia menjelaskan dalam berbagai rapat kerja Komisi X DPR dengan pemerintah, dalam hal ini kementerianbidang pendidikan, ditegaskan jika anggaran pelaksanaan MBG terpisah dengan anggaran pendidikan.

Dalam rapat itu juga, para menteri di bidang pendidikan menegaskan MBG memperkuat pendidikan karakter melalui peningkatan makanan bergizi dan berkualitas bagi siswa dalam rangka melaksanakan program ketujuh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yaitu Indonesia Hebat.

"Terkait dengan MBG, memang di postur APBN itu tertulis MBG masuk ke postur anggaran pendidikan, tetapi setelah kami rapat kerja berkali-kali ternyata tujuan MBG itu sebenarnya untuk kepentingan pendidikan," sambungnya.

Karena itu, Lalu menekankan Komisi X DPR mendukung penuh program MBG. Apalagi, MBG pada prinsipnya mendukung kemajuan pendidikan nasional.

Di sisi lain, ia juga mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan iktikad baiknya dalam meningkatkan taraf hidup guru dan mengharapkan komitmen Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kesejahteraan guru menjadi prioritas negara.

"Terpenting sekarang bagaimana iktikad baik pemerintah untuk pertama, PR kita adalah kesejahteraan guru. Kesejahteraan guru ini tentu harus jadi prioritas utama yang dipikirkan," katanya.

Selain itu, Lalu juga menyinggung penambahan anggaran untuk Kemendikdasmen sebesar Rp181 triliun. Belum lagi tambahan anggaran untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta Kementerian Kebudayaan.

"Jadi, jangan salah persepsi setelah kami dalami, setelah koordinasi dengan kementerian di bidang pendidikan, ternyata dengan adanya MBG tidak mengganggu anggaran di kementerian-kementerian pendidikan, justru Presiden menambah anggaran di pendidikan untuk peningkatan sarana prasarana, peningkatan mutu. Kemudian, peningkatan kesejahteraan guru," ujarnya.

Lalu kembali menegaskan bila pelaksanaan MBG tidak mengganggu postur anggaran pendidikan. Ia bahkan mendukung MBG selama memiliki tujuan baik untuk kemajuan pendidikan nasional.

"Tidak mengganggu, justru dengan adanya MBG, memperkuat tujuan pendidikan nasional kita, setelah kami rapat berkali-kali, jadi postur anggaran pendidikan di tambah," ucap Lalu.