Bagikan:

JAKARTA - Sekitar 100 kepala keluarga (KK) di RW 09 Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, kini bisa menggunakan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal yang lebih layak. Sebelumnya, bangunan dan sistem pendukung MCK di wilayah itu rusak dan tak lagi nyaman digunakan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas hidup warga. Selain infrastruktur yang menurun, sistem pembuangan limbah sebelumnya juga belum memadai.

Melihat situasi itu, PAM Jaya dan Paljaya melakukan revitalisasi MCK komunal di dua titik, yakni RT 14 dan RT 15 RW 09 Manggarai. Perbaikan tidak hanya menyasar fisik bangunan, tetapi juga sistem pengolahan limbah.

Kini, fasilitas tersebut dilengkapi sistem pengolahan limbah biopal. Limbah tak lagi dibuang langsung ke saluran air atau kali, melainkan diolah lebih dulu agar sesuai standar kesehatan dan lebih ramah lingkungan.

Perbaikan ini dinilai penting untuk menekan risiko pencemaran dan paparan bakteri seperti E. coli. Sanitasi yang lebih sehat juga diharapkan mendukung penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan warga.

Direktur Operasional PAM JAYA, Syahrul Hasan, mengatakan perbaikan fasilitas komunal merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.

"Kebutuhan air bersih dan sanitasi yang layak adalah fondasi kesehatan masyarakat. Ketika fasilitas bersama diperbaiki dan dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada kenyamanan, tetapi juga pada kualitas lingkungan secara keseluruhan. Kami ingin memastikan warga memiliki akses terhadap fasilitas yang aman, bersih, dan berkelanjutan," kata Syahrul dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari.

Syahrul menjelaskan, perbaikan di tingkat lingkungan akan berdampak pada kebersihan sungai dan pencegahan pencemaran dalam jangka panjang. Proses revitalisasi juga disebut berjalan lancar berkat dukungan warga RW 09 sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Sementara itu, Direktur Utama Paljaya Untung Suryadi menjelaskan MCK di RT 14 kini telah terhubung dengan sistem pengolahan air limbah domestik terpusat.

"MCK di RT 14 telah masuk dalam sistem pengolahan air limbah domestik terpusat. Limbah yang sebelumnya dibuang ke kali, kini dialirkan secara gravitasi menuju fasilitas pengolahan tersebut sehingga tidak lagi mencemari lingkungan," ujarnya.

Revitalisasi ini menjadi salah satu upaya perbaikan sanitasi di permukiman padat Jakarta. Dengan sistem yang lebih tertata, pembuangan limbah sembarangan diharapkan dapat ditekan dan kualitas lingkungan warga ikut meningkat.